Pasalnya, industri di sektor tersebut selalu melatih dan meningkatkan ketrampilan karyawan mereka. "Boleh dicek di Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor kami ini yang paling banyak tersertifikasi terkait kompetensi," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (17/4).
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan ketimbang memberikan pelatihan dalam program Kartu Prakerja, pemerintah harusnya memberikan jaring pengaman sosial bagi mereka. Bantuan tersebut yang justru saat ini dibutuhkan oleh pekerja sektor tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah terkait rencana pemberian bantuan tersebut. Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain dalam memberikan bantuan kepada pekerja di sektor tersebut.
"Ada 1,1 juta terkait tenaga kerja yang dapat kira-kira bisa mendapatkan kartu prakerja," ucap Wishnutama dalam video conference, Kamis (16/4).
[Gambas:Video CNN]
Hariyadi mengatakan walau tidak dibutuhkan ada karyawan hotel dan restoran yang mengajukan diri menjadi peserta program Kartu Prakerja. Pihaknya mencatat ada 69.978 karyawan sektor hotel dan restoran yang mengajukan aplikasi Kartu Prakerja.
Mereka berasal dari 836 hotel dan restoran. Namun jumlah tersebut diperkirakan hanya sebagian kecil dari karyawan hotel dan restoran yang terdampak pandemi COVID-19.
Pasalnya, menurut dia, jumlah total pekerja industri perhotelan dan akomodasi lainnya pada 2020 paling tidak sudah mencapai 550 ribu orang.
(CNNIndonesia/Basith Subastian). |
(CNNIndonesia/Basith Subastian).