Ia pun tak muluk-muluk, harapannya importir diwajibkan menyerap 10 persen dari hasil tambak garam lokal untuk mengerek harga. Dari catatannya, akan ada 1,5 juta ton garam impor yang akan menambah stok garam tahun ini.
"1,5 juta ton garam tiap tahun muncul. Importir harusnya ikut menyerap garam domestik. Serap 10 persen saja, dicampurkan dengan garam impor," ucapnya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Senin, (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut kedua produk itu sudah bisa dibeli konsumen pada Mei mendatang. Namun, produksinya masih terbatas dan hanya didistribusikan lewat UKM.
"Kami tengah melakukan pengembangan produk baru garam kumur dan mengembangkan garam pencuci buah-buahan dan sayur. Ini lagi kami uji lab dan uji klinis. Mudah-mudahan Mei ini sudah bisa beredar," katanya.
Cara lainnya, Budi menyebut dirinya tengah mengusahakan garam makan masuk menjadi salah satu produk dari paket bantuan sosial. Menurutnya, seluruh kalangan masyarakat membutuhkan garam kaya yodium dalam menjaga kesehatan di tengah pandemi virus corona.
[Gambas:Video CNN]
(wel/sfr)