Selain itu, karyawan yang dirumahkan mencapai 32.365 dari 555 perusahaan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut prihatin dengan keadaan demikian.
"Tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Ini semua di luar kuasa kita sebagai manusia. Tidak hanya berat untuk para buruh tapi juga pelaku usaha. Semua merasakan dampaknya," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (1/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah mengatakan ada 4.801 calon PMI yang turut gagal berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Mereka ditolak oleh negara tujuannya.
Khofifah mengatakan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim tengah berupaya maksimal mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan meluncurkan kartu pra kerja sebagai jaring pengaman sosial. Dukungan yang diberikan Pemprov Jatim berupa pendirian helpdesk mempermudah akses pekerja terhadap kartu prakerja.
"Total ada 56 titik helpdesk yang terdiri atas 38 helpdesk di Disnaker Kab/Kota, 16 UPT BLK Disnakerprov Jatim, Kantor UPT P2TK yang beralih fungsi dan di kantor Disnakertrans Provinsi," paparnya.
Dalam peringatan hari buruh 1 May, Khofifah mendorong kepada para pengusaha yang masih menjalankan aktivitas produksi untuk tetap melindungi pekerja sesuai protokol kesehatan, meliburkan pekerja atau bekerja dari rumah.
Khofifah berharap saat wabah corona mereda, pelaku usaha dapat kembali bangkit dan memanggil para pekerjanya lagi. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan para buruh di Jatim pun tidak akan terus jatuh.
"Kepada Komponen Pekerja, Pengusaha, Apindo untuk bekerjasama dan tetap berdoa agar badai covid-19 ini segera berlalu dan kita segera melakukan pemulihan ekonomi," ujarnya.
Lihat juga:Buruh Perempuan Rentan Alami KDRT Akibat PHK |