Kepala Proyek Jembatan Pulau Balang Dhono Nugroho mengakui untuk mencapai target penyelesaian di tengah pandemi bukanlah hal yang mudah. Meski begitu, Dhono yakin pembangunan Jembatan Pulau Balang akan selesai tepat waktu.
Pada kunjungan Desember 2019 lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan proyek ini rampung pada akhir tahun 2020. Target itu lebih cepat dari kontrak pekerjaan yakni di 2021 atau 2.015 hari kalender.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini proses pekerjaan dek jembatan dengan metode balance cantilever," ucapnya.
Meski begitu, ia mengaku telah berkoordinasi bersama para pemangku kepentingan untuk mengurai masalah tersebut.
Untuk diketahui, Jembatan Pulau Balang memiliki lebar 22,4 meter dengan 4 lajur, serta dilengkapi dengan trotoar di samping kanan dan kiri. Untuk mendukung akses menuju jembatan, dibangun jalan sepanjang 1.969 meter.
Setelah beroperasi, jarak tempuh dari Balikpapan ke Penajam, Paser Utara yang sebelumnya mencapai 5 jam melalui jalur laut menjadi hanya 1 jam saja lewat darat. Rute yang ditempuh yakni Balikpapan-Kariangau-Jembatan Pulau Balang-Simpang Gersik-Penajam.
Selain menjadi akses darat utama menuju ibu kota baru, Jembatan Pulau Balang juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara dan sekitarnya. Termasuk, memperlancar transportasi Pelabuhan Peti Kemas Karingau Balikpapan hingga mengembangkan Kawasan Industri Karingau (KIK).
[Gambas:Video CNN]
Jembatan Pulau Balang sendiri digadang-gadang menjadi jembatan terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Suramadu. Jembatan Pulau Balang terbentang sepanjang 804 meter dek utama dan 167 meter dek pendekat.
Dalam hal ini, PT Hutama Karya (Persero) bertindak selaku kontraktor melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Bangun Cipta Konstruksi.