"Saat ini ventilator sedang dalam proses uji dan sertifikat. Ditargetkan proses produksi dimulai pada Minggu ketiga Mei 2020," ujarnya dalam video conference, Selasa (5/5).
Produksi ventilator ini dilakukan oleh perguruan tinggi negeri, BBPT bersama dengan PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad dan PT LEN. Menurut Budi, selain ventilator, BUMN farmasi pun sudah memproduksi obat-obatan yang dibutuhkan untuk menangani covid-19 seperti klorokuin, hidroxy-klorokuin, dan azhitromycin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian BUMN sendiri telah mengoperasikan RS Pertamina Jaya sebagai tempat penanganan pasien yang terinfeksi virus corona. RS Pertamina akan dilengkapi alat tes laboratorium yang didatangkan langsung dari perusahaan alat kesehatan Swiss, Roche.
Alat tersebut mampu melakukan test 1.300 sampel setiap harinya. Alat ini menganalisis air liur atau lendir pasien dan dapat memberikan hasil tes dalam waktu empat jam.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya itu, RSPJ juga akan membuat aplikasi pemeriksaan swab untuk mendeteksi virus corona secara drive thru.
"Mereka sudah operasi sejak kemarin, sekarang mereka lagi buat aplikasi untuk tes swab drive thru, jadi nanti tinggal janjian di lokasi mana, jam sekian, nanti akan datang dan disiapkan oleh RSPJ," ungkap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. (age/agt)