Pelemahan rupiah merupakan yang tertinggi di kawasan Asia. Rupiah melemah bersama yen Jepang minus 0,03 persen dari dolar AS.
Sementara dolar Hong Kong stagnan dan mata uang Asia lainnya berada di zona hijau. Won Korea Selatan menguat 0,69 persen, ringgit Malaysia 0,48 persen, baht Thailand 0,31 persen, dolar Singapura 0,23 persen, peso Filipina 0,21 persen, dan yuan China 0,16 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen lain, sambung Ariston, juga datang dari pelonggaran kebijakan penutupan akses wilayah (lockdown) di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Menurutnya, pelonggaran memang sempat memberi kekhawatiran munculnya gelombang kedua wabah virus corona.
"Tapi dunia bisa meniru pelonggaran lockdown yang tidak memicu kasus wabah baru yang terjadi di Korea Selatan dan Hong Kong," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, ada sentimen melambatnya pertambahan jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 baru di beberapa negara di dunia. Pada hari ini hingga pukul 09.00 WIB, jumlah kasus virus corona di dunia sebanyak 3,84 juta kasus.
Dari jumlah itu, sebanyak 1,28 juta orang sembuh dan 269.267 orang meninggal dunia. Kasus terbanyak tetap berada di AS mencapai 1,25 juta, diikuti Spanyol 221 ribu, Italia 215 ribu, Inggris 207 ribu, dan Rusia 177 ribu.
"Rupiah bisa menguat hari ini karena sentimen-sentimen positif tersebut. Namun, pasar masih mewaspadai memburuknya data-data ekonomi karena wabah," katanya.