THR Cair Hari Ini, Ayo Bayar Zakat

CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2020 10:39 WIB
Warga menunggu pembagian zakat fitrah berupa beras di Masjid Istiqlal, Jakarta, 4 Juni 2019. Masjid Istiqlal menyalurkan zakat sebanyak 27,5 ton beras tahun ini. Sebanyak 17,5 ton di antaranya didapat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Pemerintah mencairkan THR PNS pada hari ini, Jumat (15/5). Bagi PNS muslim, jangan lupakan kewajiban membayar zakat ya. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS, TNI, dan Polri hari ini, Jumat (15/5). THR yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp29,38 triliun untuk PNS eselon III dan ke bawah.

Bersamaan dengan itu, meskipun lebaran tahun ini dijalani dengan kebijakan social distancing dan work from home akibat pandemi virus corona, tak lantas menghapus kewajiban PNS muslim untuk membayar zakat.

Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muhammad Arifin Purwakananta mengatakan umat muslim yang mampu secara finansial dan mencapai batas minimal bayar zakat atau nisab wajib mengeluarkan zakat.


Namun, untuk mereka yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun pemotongan gaji, maka zakat menjadi tidak wajib. Walaupun demikian, Anda yang mempunyai rezeki lebih tetap boleh berzakat.

Sebab, jika karyawan yang beragama Islam tersebut masih memiliki sumber pendapatan lain dan mencapai nisab, meskipun mengalami PHK atau pemotongan gaji, maka ia tidak bisa menghindari kewajiban zakat.

"Jika ada pemotongan gaji sampai batas nisab zakat tidak dicapai, maka tidak wajib berzakat," ujarnya, belum lama ini.

Umumnya, sebagian dari dana THR diniatkan untuk pengamalan zakat, namun berapa besar zakat yang mestinya dibayarkan?

Salah satu jenis zakat yang umumnya diberikan, yaitu zakat fitrah adalah zakat yang wajib bagi umat muslim pada Ramadhan. Arifin menjelaskan zakat fitrah diberikan dalam bentuk bahan makanan pokok masyarakat setempat.

[Gambas:Video CNN]

Di Indonesia, umumnya diberikan dalam bentuk beras. Batas waktu pembayaran zakat fitrah, yakni sebelum khatib naik ke mimbar pada Hari Raya Idul Fitri. "Zakat fitrah setiap jiwa diwajibkan sebesar 2,5 kilogram (kg) beras atau 3,5 liter kalau dirupiahkan itu setara Rp40 ribu-Rp50 ribu," imbuh dia.

Jenis selanjutnya adalah zakat mal atau harta. Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya meliputi uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Syariat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif.

Nah, zakat mal ini diwajibkan kepada umat muslim yang telah mencapai batasan nisab dan haul (batas waktu). Arifin menjelaskan nisab zakat mal adalah jika seorang muslim memiliki harta setara 85 gram emas 24 karat dalam haul satu tahun.

Misalnya, seorang muslim tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp100 juta dalam satu tahun. Sedangkan satu gram emas dijual sebesar Rp908 ribu per gram pada Rabu (13/5), sehingga 85 gram emas setara Rp77,18 juta.

Itu berarti, harta orang muslim tersebut telah melebihi nisab, sehingga ia wajib untuk mengeluarkan zakat atas harta simpanannya.

Jenis zakat mal yang biasanya dibayarkan umat muslim adalah zakat penghasilan. Arifin menjelaskan nisab zakat penghasilan dianalogikan dengan hasil pertanian setara dengan 500 kilogram (kg) beras. Apabila harga beras per kilogram diasumsikan Rp12.500, maka nisab zakat penghasilan adalah Rp6,25 juta per bulan.

Itu berarti, umat muslim yang berpenghasilan sebesar Rp6,25 juta per bulan wajib mengeluarkan zakat penghasilan. "Besar zakat mal adalah 2,5 persen," ujarnya.

Tak hanya dalam bentuk makanan dan tunai, pembayaran zakat juga dapat dilakukan lewat layanan digital.

Terdapat sejumlah saluran pembayaran zakat digital. Saluran tersebut meliputi, transfer bank, baik mobile banking maupun sms banking. Lalu, kanal digital yang disediakan oleh Baznas seperti pembayaran zakat di platform Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Gojek, dan lainnya.

Katanya, kesadaran umat muslim membayar zakat melalui digital meningkat. Tahun lalu, pengguna layanan zakat digital sebesar 15 persen, sekarang naik menjadi 20 persen. Mayoritas pembayar zakat menggunakan layanan transfer bank atau setara 80 persen. Sedangkan, sisanya 20 persen memilih membayar melalui platform digital.

Kemudian, ia menyebut animo masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat pun bertambah. Bahkan, ia mengaku penyaluran zakat lebih tinggi 10 persen dari target yang ditetapkan Baznas.

Ia mengimbau umat muslim tak menunggu akhir Ramadhan untuk menunaikan zakat, dengan demikian zakat dapat segera disalurkan. Baznas sendiri menyediakan layanan konsultasi zakat melalui pesan Whatsapp ke nomor 0878 7737 3555.

(wel/bir)