Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak berharap kelonggaran itu dapat diberikan karena pihaknya sedang berekspansi. Kelonggaran juga diperlukan karena pihaknya baru saja menarik pendanaan besar dari pihak ketiga.
"Kan, kami lagi dalam tahap ekspansi dan di mana ada pinjaman dari pihak ketiga, sangat bijak kalau memang ada dividen yang tidak kami bayarkan dulu ke pemerintah, karena toh kami tidak meminta ada subsidi atau penambahan modal ke pemerintah," ujarnya dalam konferensi pers Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2018 misalnya, dividen yang diterima dari PT Bukit Asam dan PT Timah sebesar mencapai Rp 2,5 triliun. Tapi, yang disetorkan ke pemerintah hanya sebesar Rp 1,9 triliun.
Sisa dividen tersebut kemudian digunakan holding untuk investasi dan pengembangan bisnis, termasuk akuisisi. "Kalau di tahun lalu kami bayar (dividen ke pemerintah) Rp1 triliun, kan lumayan juga kalau ditangguhkan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/agt)