Kena Imbas Corona, Uber PHK 6.700 Karyawan dalam Dua Pekan

CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 21:00 WIB
Helm dan Jaket bekas driver ojek online (ojol) di jual dengan harga murah meriah. Helm di bandrol dengan harga empat puluh lima ribu rupiah dan Jaker dengan bandrol harga enam puluh ribu rupiah di lapak dagangan emperan trotoar Jalan Sultan Agung, Jakarta.Rabu 25 April 2018. Mayoritas helm dan Jaket yang dijual dari perusahaan daring online Uber, walaupun juga ada helm Gojek dan Grab. Pedagang mengaku helm dan jaket tersebut mereka jual ke semua kalangan masyarakat, tidak terbatas hanya driver ojol yang aktif saja. Membeli helm dan jaket di lapak barang bekas tersebut tidak dengan syarat ketentuan apapun untuk pembeli. CNN Indonesia/Andry Novelino Uber memangkas 25 persen dari total karyawan di tengah pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan transportasi daring Uber melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 6.700 karyawan dalam waktu kurang dari dua pekan.

Dilansir CNNInternational, pengurangan 6.700 karyawan ini setara dengan 25 persen total karyawan perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu. Uber mengambil langkah drastis ini karena krisis yang dialami perusahaan akibat pandemi virus corona.

Uber pertama kali mengumumkan telah melakukan PHK 3.700 pegawai penuh waktu mereka sekitar dua pekan lalu. Pada Senin (18/5) waktu setempat, Uber kembali mengumumkan pengurangan 3.000 karyawan.


Dalam surat elektronik yang dikirimkan ke para staf, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan juga berencana menutup atau menggabungkan sekitar 45 kantor di seluruh dunia.

"Kami harus mengambil langkah yang sulit ini agar tetap kuat, mengamankan masa depan, dan melanjutkan misi kami," tulis Khosrowshahi sembari menyatakan PHK ribuan karyawan ini bertujuan membantu perusahaan fokus ke bisnis inti mereka.

Pada awal Mei lalu, Khosrowshahi mengatakan bisnis transportasi online Uber anjlok mencapai 80 persen pada April 2020. Penurunan drastis itu disebabkan banyak orang tetap tinggal di rumah karena aturan lockdown yang berlaku di Negeri Paman Sam.

Di luar masalah itu, layanan pesan antarmakanan Uber sebenarnya mengalami peningkatan. Meskipun peningkatan di sektor tersebut tidak mampu menutup kerugian yang dialami perusahaan selama pandemi virus corona.

"Jika ada kabar baik dari krisis ini, yaitu Eats [layanan pesan antarmakanan Uber] menjadi penting bagi masyarakat di rumah dan restoran," ucap Khosrowshahi.

Sementara itu, pesaing Uber dalam layanan transportasi daring di AS, Lyft juga telah lebih dulu melakukan PHK Karyawan. Lyft mengumumkan telah melakukan PHK karyawan pada akhir April lalu karena pandemi covid-19.

[Gambas:Video CNN]



(jal/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK