"Bahwa 2021 defisit bisa di sekitar 3,21 persen sampai 4,17 persen dari produk domestik bruto (PDB)," ungkap Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani dalam video conference, Rabu (20/5).
Ia bilang tekanan untuk anggaran negara mulai berkurang tahun depan seiring dengan potensi situasi ekonomi yang membaik. Namun, untuk angka pasti defisit tahun depan masih harus dibahas di internal pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Defisit APBN Capai Rp74,5 T pada April 2020 |
Sebelumnya, pemerintah memproyeksi defisit APBN 2020 membengkak menjadi 5,07 persen dari target sebelumnya yang hanya 1,76 persen terhadap PDB. Namun, pemerintah kembali merevisi target defisit APBN 2020 menjadi 6,27 persen terhadap PDB.
"APBN akan defisit Rp1.028,5 triliun atau 6,27 persen dalam rangka mendorong ekonomi bertahan dalam menghadapi tekanan virus corona," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani belum lama ini.
[Gambas:Video CNN]
Pelebaran defisit tersebut dilakukan karena meningkatnya pembiayaan anggaran dan berkurangnya pendapat. Pendapatan negara diprediksi turun dari Rp1.760,9 triliun menjadi Rp1.691,6 triliun karena perluasan insentif perpajakan dari pemerintah.
Sementara itu, belanja negara diperkirakan naik dari Rp2.613,8 triliun menjadi Rp2.720,1 triliun. Rinciannya, belanja pusat naik dari Rp1.851,1 triliun menjadi Rp1.959,4 triliun dan Transfer ke daerah dana dana desa (TKDD) naik dari Rp760,7 triliun menjadi Rp762,2 triliun.