Satgas Waspada Investasi Bongkar 50 Koperasi Berkedok Pinjol

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 14:15 WIB
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Satgas Waspada Investasi bersama Kemenkop UKM akan meminta Kominfo untuk menutup 50 aplikasi pinjol ilegal yang dijalankan koperasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Waspada Investasi membongkar 50 aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang menawarkan pinjaman online (pinjol) ilegal. Bahkan, aplikasi pinjol abal-abal mengelabui masyarakat karena beroperasi seakan-akan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan aplikasi koperasi itu berkegiatan tidak sesuai dengan prinsip perkoperasian. Karenanya, ia menggandeng Kemenkop UKM menyepakati bahwa KSP tidak boleh melakukan usaha lewat aplikasi layaknya pinjol.

"Karena bisa diakses oleh masyarakat umum yang bukan anggota atau calon anggota KSP dan melanggar ketentuan perundang-undangan terkait koperasi," ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (23/5).


Pun demikian, Tongam memastikan Satgas Waspada Investasi bersama Kemenkop UKM sepakat untuk menindaklanjuti temuan pinjol ilegal dan meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menutup 50 aplikasi yang dijalankan oleh KSP.

Langkah ini dinilai perlu, mengingat banyaknya pinjol ilegal yang beroperasi di tengah masyarakat yang saat ini tertekan ekonominya karena pandemi virus corona.
Apalagi, sambung dia, pinjol ilegal merugikan masyarakat karena mematok bunga dan komisi yang sangat tinggi.

"Jangka waktu pinjaman singkat, dan diduga melakukan penyebaran data pribadi, serta intimidasi pada saat peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu," kata Tongam.

Lebih lanjut ia menyarankan masyarakat yang terdesak untuk mengajukan pinjol untuk memperhatikan beberapa hal.

Pertama, pinjam hanya melalui perusahaan pinjol terdaftar atau berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, jumlah pinjol resmi sebanyak 161 perusahaan. Daftarnya ada di ojk.go.id.

"Kedua, meminjam uang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan meminjam dengan cara gali lubang tutup lubang, karena akan menambah beban pembayaran utang," terang Tongam.

Ketiga, sebisa mungkin pinjaman digunakan untuk kebutuhan produktif, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian peminjam.

Keempat, sebelum meminjam, pahami risiko dan kewajibannya. "Jangan menyesal setelah meminjam dan bayar lah sesuai waktu perjanjiannya," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]


(bir)