Mengutip Antara, Rabu (27/5), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 64 sen atau 1,8 persen menjadi US$36,17 per barel di London ICE Futures Exchange. Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli bertambah US$1,10 atau 3,3 persen menjadi US$34,35 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah WTI berakhir 12,6 persen lebih tinggi dari penutupan pekan lalu. Sementara, acuan global Brent naik 8,1 persen dari minggu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemangkasan produksi ini bakal ditopang dengan pemulihan permintaan secara bertahap karena sejumlah negara melonggarkan lockdown. Pada Senin (25/5), Kementerian Energi Rusia mengatakan bahwa kenaikan permintaan bahan bakar akan membantu mengurangi surplus global sekitar 7-12 juta barel per hari pada Juni atau Juli.
"Pasokan minyak mentah global pada Juni kemungkinan akan turun 12 juta barel per hari dari level Maret," kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.
Negara-negara OPEC+ dijadwalkan bertemu lagi pada awal Juni untuk membahas pemotongan pasokan. Pertimbangannya karena harga minyak mentah turun sekitar 45 persen sejak awal tahun.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)