Harga Minyak Dunia Terangkat Kenaikan Permintaan

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 08:13 WIB
Kilang Minyak Laut Harga minyak dunia menguat tertopang oleh kenaikan permintaan dan pemangkasan pasokan. Ilustrasi. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa (26/5) karena produsen minyak menunjukkan komitmen pemotongan pasokan. Di sisi lain, kenaikan juga ditopang peningkatan permintaan bahan bakar seiring berkurangnya pembatasan wilayah.

Mengutip Antara, Rabu (27/5), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 64 sen atau 1,8 persen menjadi US$36,17 per barel di London ICE Futures Exchange. Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli bertambah US$1,10 atau 3,3 persen menjadi US$34,35 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah WTI berakhir 12,6 persen lebih tinggi dari penutupan pekan lalu. Sementara, acuan global Brent naik 8,1 persen dari minggu lalu.


Seperti diketahui, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan sekutunya termasuk Rusia atau dikenal sebagai OPEC+, sepakat memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari. Pengurangan produksi dilakukan pada Mei-Juni untuk memperbaiki harga yang jatuh akibat anjloknya permintaan.

Sebuah sumber mengatakan, Menteri Energi Rusia Alexander Novak dijadwalkan bertemu para produsen minyak pada Selasa (26/5) waktu setempat untuk membahas kemungkinan perpanjangan pemotongan usai Juni. Sedangkan sejumlah negara lain termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait berjanji untuk merealisasikan komitmen mereka.

"Semua pembicaraan tentang keseimbangan dalam beberapa bulan tampaknya mendukung," kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn.

Pemangkasan produksi ini bakal ditopang dengan pemulihan permintaan secara bertahap karena sejumlah negara melonggarkan lockdown. Pada Senin (25/5), Kementerian Energi Rusia mengatakan bahwa kenaikan permintaan bahan bakar akan membantu mengurangi surplus global sekitar 7-12 juta barel per hari pada Juni atau Juli.

"Pasokan minyak mentah global pada Juni kemungkinan akan turun 12 juta barel per hari dari level Maret," kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.

Negara-negara OPEC+ dijadwalkan bertemu lagi pada awal Juni untuk membahas pemotongan pasokan. Pertimbangannya karena harga minyak mentah turun sekitar 45 persen sejak awal tahun.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK