Awal Mei, Modal Asing Keluar dari Pasar Saham Hampir Rp6 T

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 17:06 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019. Bank Indonesia mencatat aliran keluar modal asing dari pasar saham capai Rp5,9 triliun pada awal Mei 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat aliran keluar modal asing (capital outflow) dari pasar saham masih cukup deras di tengah pandemi virus corona (covid-19). Tercatat, total portofolio saham yang dilepas asing pada pekan pertama dan kedua Mei 2020 sekitar Rp5,9 triliun.

Besarnya arus modal keluar di pasar saham itu, menurutnya, tak bisa dilepaskan dari kondisi pasar saham global yang masih tak menentu.

"(Pasar) saham memang masih mengalami outflow. Di minggu kedua, outflow Rp2,72 triliun, Minggu pertama adalah Rp3,19 triliun," tuturnya dalam video conference, Kamis (28/5).


Meski demikian, ia mengatakan bahwa aliran masuk modal asing (capital inflow) dalam bentuk portofolio Surat Berharga Negara (SBN) masih cukup besar.

Bank sentral mencatat terdapat arus modal masuk (inflow di pasar SBN sebesar Rp6,15 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan arus masuk modal asing di pasar SBN pada pekan pertama sebesar Rp2, 97 triliun.

Menurut Perry, hal tersebut tak lepas dari meredanya kepanikan global dan langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam penanganan covid-19.

Di samping itu, inflow pada portofolio SBN juga didukung oleh menariknya tingkat imbal hasil (yield) yang ditawarkan pemerintah.

"Sebagai catatan, bahwa perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri yang diukur dari suku bunga atau imbal hasil SBN 10 tahun Indonesia dengan obligasi Amerika 10 tahun ini berkisar 6,7 persen. Ini lebih menarik dibandingkan negara lain," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/sfr)