"Perbankan berhati-hati dalam berikan kredit baru," ucap Masyita dalam video conference, Rabu (10/6).
Ia menyebut perbankan memang tak bisa agresif memberikan kredit baru kepada nasabah saat ini. Jika tak hati-hati, maka perusahaan bisa saja kesulitan likuiditas dan NPL naik ke depannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Masyita menekankan likuiditas seluruh perbankan nasional saat ini masih baik-baik saja. Hal ini berlaku untuk bank BUMN dan swasta.
"Saat ini likuiditas perbankan baik-baik saja karena permintaan juga rendah," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sementara, pemerintah tetap berupaya melakukan intervensi agar likuiditas perbankan tetap terjaga dan masyarakat terdorong untuk mengajukan kredit. Salah satu intervensi yang dilakukan adalah penempatan dana pemerintah di bank jangkar.
"Ini untuk mengurangi risiko kredit. Jadi perbankan bisa memberikan kredit ke berbagai sektor," imbuh Masyita.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan subsidi bunga kredit kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dana yang disiapkan untuk mengimplementasikan kebijakan itu mencapai Rp34,5 triliun.