Susi juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah kepada pelaku usaha terutama di sektor penerbangan yang terpukul berat akibat pandemi virus corona. Ia mengaku belum merasakan insentif pemerintah, katanya, ia masih harus membayar beban usaha secara penuh meski tak menerima pendapatan.
"Sulitnya kami seperti tidak ada guideline (arahan), semua seperti biasa. Semua sektor pembayaran, pos pembayaran pemerintah tidak ada satu pun yang tidak bayar," ucapnya lewat video conference pada Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam usahanya bertahan, Susi Air terpaksa merumahkan dan memutus hubungan kerja (PHK) karyawannya. "(Kami) dalam bertahan menutup banyak cabang dan merumahkan banyak karyawan, defisit mau jual aset tapi kan tidak mudah juga jual aset saat seperti ini," ucapnya.
Di kesempatan sama, anggota Dewan Pengawas Facebook (Oversight Board) Endy Bayuni mengkhawatirkan minimnya arahan pemerintah kepada pengusaha swasta menuju era new normal.
"New normal harus ada strategi baru, ini yang belum terlihat, private sector (sektor swasta) menunggu arahan permerintah ke mana, belum ada gambaran persisnya mau ke mana," paparnya
Ia berharap pemerintah dapat mencontoh berbagai negara Eropa yang sigap dan menyiapkan strategi jelas menyongsong tatanan normal baru terutama dalam menggenjot industri dalam negeri.
(wel/sfr)