ORI 017 ini memiliki tingkat kupon sebesar 6,4 persen per tahun. Imbal hasil (yield) ORI017 juga dipastikan lebih tinggi dari inflasi. Sama seperti seri ORI016, minimum pembelian ORI017, yakni Rp1 juta dan maksimum Rp3 miliar.
"ORI017 ini cukup likuid, bisa dicairkan kapan saja. Jadi, dari sisi investasi, imbal hasil, dan likuiditas ORI017 ini mencakup semuanya," tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah merilis seri ORI 016 dengan tingkat bunga sebesar 6,8 persen. Namun, seri ORI 016 tidak mencapai target penjualan karena imbal hasil yang ditawarkan menurun.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), penjualan ORI016 hanya mencapai Rp8,21 triliun. Realisasi itu 91,2 persen dari target pemerintah yang mencapai Rp9 triliun. Sebagai pembanding, penawaran ORI 015 yang dirilis sebelumnya menawarkan imbal hasil 8,25 persen.
"Saya tahu masyarakat punya appetite (selera), mungkin ada ekspektasi return (imbal hasil) yang diharapkan," tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu.
(ulf/age)