Strategi Bank BUMN Gunakan Celengan Pemerintah Rp30 T

CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 18:12 WIB
Pegawai mendorong troli berisi uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, 10 Mei 2019. Sekitar 82 persen dari dana tunai sebesar Rp 54,9 triliun yang disiapkan oleh Bank Mandiri untuk Ramadan dan jelang Idul Fitri 2019. CNN Indonesia/Hesti Rika Bank-bank BUMN memaparkan strategi penyaluran kredit melalui penempatan dana pemerintah sebesar Rp30 triliun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) atau bank BUMN optimis penyaluran kredit untuk sektor riil akan meningkat signifikan setelah mendapatkan penempatan dana dari pemerintah. Apalagi, masing-masing bank juga telah menyiapkan strategi dalam penyaluran kredit ke sektor riil.

Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengatakan jika perusahaan mendapatkan dana penempatan dari pemerintah Rp10 triliun, maka penyaluran kredit bisa mencapai minimal Rp30 triliun atau tiga kali lipat dari dana yang diberikan pemerintah.

Ini merupakan komitmen pemerintah dan perbankan. "Ada konsekuensi kami yang menerima harus leverage sampai minimal tiga kali dalam bentuk ekspansi kredit untuk menggerakkan sektor riil," ucap Sunarso, Rabu (24/6).


Ia bilang perusahaan memiliki waktu tiga bulan untuk menyalurkan kredit dari dana yang ditempatkan pemerintah. Dalam rentang waktu itu, Sunarso bahkan optimistis pihaknya bisa menyalurkan kredit lebih dari tiga kali lipat dari dana yang diberikan pemerintah.

"Kami punya target segmen UMKM dan sektor kami seleksi adalah pangan, baik pertanian maupun yang mendukung sektor pertanian," kata Sunarso.

Selain itu, BRI juga akan memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor kesehatan. Maklum, sektor ini sedang menjadi primadona di tengah pandemi virus corona.

Adapun, kredit yang disalurkan BRI akan mengutamakan masyarakat pedesaan. Setelah pedesaan, perusahaan akan menyalurkan kredit dan dana penempatan pemerintah di perkotaan.

"Mudah-mudahan rencana ini mampu membangkitkan kembali ekonomi Indonesia," terang Sunarso.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar menyatakan perusahaan akan menyasar sektor pariwisata dan perdagangan dalam menyalurkan kredit dari dana pemerintah. Menurutnya, kedua sektor itu bisa menopang pertumbuhan kredit Bank Mandiri.

"Yang kami jadikan tujuan adalah sektor wisata yang segera akan dibuka dan perdagangan, serta sektor lain yang bsia jadi tujuan sektor UMKM pulih kembali," terang Royke.

Sementara, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Hery Sidharta mengaku akan fokus pada program padat karya. Ia optimistis hal itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Pahala Mansury menambahkan pihaknya akan fokus pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dan non subsidi. Hal ini sesuai dengan fokus perusahaan, yakni penyaluran KPR.

"Fokus kami 40 persen kepada KPR bersubsidi dan kami diberikan kepercayaan untuk menyalurkan kurang lebih sekitar 146 ribu rumah subsidi," jelas Pahala.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menempatkan dana langsung uang negara di bank umum sebesar Rp30 triliun. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional setelah dihantam pandemi virus corona.

Sri Mulyani menyatakan kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pemerintah menandatangani aturan itu pada 22 Juni 2020 lalu.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)