Sri Mulyani Rinci Rencana Bank Himbara Salurkan Dana Rp30 T

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 18:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan gaji anggota BPIP sama seperti pimpinan lembaga lainnya. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan bank Himbara siap melakukan ekspansi kredit usai menerima penempatan dana pemerintah. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bank yang tergabung dalam Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memiliki rencana ekspansi kredit hingga akhir tahun setelah menerima penempatan dana pemerintah.

Bank yang dimaksud, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Sri Mulyani memaparkan BRI memiliki rencana ekspansi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp122,5 triliun dalam enam bulan ke depan. Komposisi segmen mikro ditargetkan mencapai Rp108,8 triliun atau 88,87 persen dari total target.


"BRI yang sudah lakukan restrukturisasi jutaan pelaku UMKM akan ekspansi kredit enam bulan untuk UMKM sebesar Rp122,5 triliun," ucap Sri Mulyani, Senin (29/6).

Kemudian, BRI menargetkan dapat menyalurkan kredit untuk usaha menengah kecil sebesar Rp10,83 triliun dan usaha menengah sebesar Rp2,86 triliun. Perusahaan juga menetapkan sejumlah bidang usaha yang akan diberikan kredit, yaitu pertanian, perikanan, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa-jasa.

Lalu, BNI sendiri menargetkan ekspansi kredit sebesar Rp15 triliun dari Juli 2020 hingga September 2020. Beberapa sektor yang menjadi fokus BNI adalah perdagangan, pertanian, jasa-jasa, industri pengolahan, konstruksi, pengangkutan, listrik, dan pertambangan.

"BNI ekspansi kredit pada sektor riil, baik untuk korporasi UMKM dan consumer loan dengan nilai 15 triliun," terang Sri Mulyani.

Selanjutnya, Sri Mulyani menyatakan BTN berencana menyalurkan kredit pada Juli 2020 hingga Desember 2020 sebesar Rp30 triliun. Penyaluran kredit akan didominasi oleh kredit perumahan rakyat (KPR) dan kredit lainnya di sektor perumahan.

"Rencana ekspansi BTN adalah Rp30 triliun dengan komposisi kredit perumahan sebesar lebih dari 70 persen. Ekspansi difokuskan pada KPR sebesar Rp5,45 triliun atau 51,6 persen.

Sementara, Bank Mandiri menargetkan dapat melakukan ekspansi kredit sebesar Rp21 triliun dalam tiga bulan ke depan. Beberapa sektor yang menjadi fokus perusahaan, yakni pertanian, perkebunan, peternakan, jasa produksi, kesehatan, dan pariwisata.

Diketahui, pemerintah menempatkan dana negara di bank Himbara sebesar Rp30 triliun. Dana itu hanya bisa digunakan untuk menyalurkan kredit ke sektor riil.

Penempatan dana pemerintah itu tidak bisa dipakai untuk membeli surat berharga negara (SBN) dan transaksi valuta asing (valas). Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

(aud/sfr)