Melirik Harga Saham BCA Sebelum dan Saat Pandemi Corona

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 16:12 WIB
Logo BCA Sebelum pandemi corona, saham BCA dibanderol Rp34 ribu. Sempat menyentuh level Rp22.150 pada 23 Maret 2020, kini bangkit ke posisi Rp30 ribuan pada sesi perdagangan pertama, Senin (13/7). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Saham PT BCA Tbk terpantau mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin (13/7). Bahkan, saham BCA menyentuh posisi terendah Rp30.700 per saham pukul 12.29 WIB atau sebelum jeda perdagangan sesi 1.

Saham dengan kode BBCA itu kembali bergerak fluktuatif usai jeda perdagangan. Hingga pukul 15.30 WIB saham BCA turun 125 poin atau 0,40 persen ke posisi Rp30.875 per saham.

Gerak saham BCA dalam tren menurun sejak awal tahun (year to date/ytd), atau minus 7,63 persen.


Pada pembukaan perdagangan awal tahun, saham BCA ditransaksikan pada harga Rp34 ribu per saham. Sepanjang Januari tren pergerakan saham BCA masih stabil.

Namun, memasuki Februari saham BCA berangsur-angsur menukik turun. Posisi terdalam saham BCA berada di level Rp22.150 per saham pada 23 Maret 2020. Seperti kita ketahui, pada akhir Maret pasar saham Indonesia mulai mendapat guncangan pandemi covid-19.

Sejak saat itu, saham BCA bergerak fluktuatif, namun tetap berada di atas Rp20 ribuan. Hingga akhirnya pada 8 Juli 2020 lalu, saham BCA bisa kembali menembus posisi Rp30 ribu tepatnya Rp31 ribu per saham.

Sayangnya, saham BCA kembali bergerak fluktuatif hingga berada di posisi terendah di Juli tepatnya Rp30.500 pada perdagangan 9 Juli 2020.

Koreksi saham BCA bertepatan dengan penjualan saham bank BUKU IV itu oleh lima direkturnya. Diketahui, lima direktur BCA menjual saham pribadinya pada periode 7 hingga 10 Juli lalu.

Transaksi tersebut diketahui dari surat laporan perubahan kepemilikan saham dari kelima direktur BCA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Surat itu diunggah melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kelima direktur BCA yang menjual sahamnya meliputi Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Rudy Susanto, Direktur BCA Lianawaty Suwono, Direktur BCA Henry Koenaifi, dan Direktur Independen BCA Erwan Yuris Ang. Kelimanya, melepas saham dengan jumlah dan harga berbeda.

Jahja tercatat secara total melepas 100 ribu saham. Detailnya, sebanyak 50 ribu saham dijual pada harga Rp31.050 per saham di 9 Juli 2020.

Kemudian, Jahja kembali menjual 25 ribu saham seharga Rp31.125 per saham dan sebanyak 25 ribu saham dengan harga Rp31.100 per saham. Kedua transaksi tersebut dilakukan pada 10 Juli 2020.

Untuk Rudy Susanto, secara akumulasi ia melepas 199.500 saham pada 9 Juli 2020. Rinciannya, sebanyak 54.500 saham dijual seharga Rp31.025.

Sedangkan, mayoritas saham yang dijual atau 145.500 saham dilego dengan harga Rp31.000 per saham.

Kemudian, Lianawaty Suwono secara total menjual 100 ribu saham pada 9 Juli 2020. Detailnya, 50 ribu saham seharga Rp31.050 per saham dan separuhnya seharga Rp31.025 per saham.

Selanjutnya, Henry Koenaifi secara akumulasi melepas 210 ribu saham. Detailnya, 100 ribu saham seharga Rp29.925 per saham dan 100 ribu saham seharga Rp29.950 per saham.

Terakhir Erwan Yuris Ang tercatat menjual 50 ribu saham di harga Rp31.150 per saham pada 10 Juli 2020.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)