OJK Minta Bank Revisi Rencana Bisnis Lebih 'Pede'

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 08:25 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada media terkait “Pengumuman Paket Kebijakan OJK Untuk Mendorong Peningkatan Ekspor dan Perekenomian Nasional”, Jakarta (15/8). OJK meminta revisi rencana bisnis bank (RBB) lebih optimis dan bisa memberikan keyakinan lebih sesuai dengan stimulus yang diberikan pemerintah. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan untuk menyampaikan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) lebih optimis. Revisi RBB tersebut diimbau untuk mempertimbangkan stimulus ekonomi yang diberikan otoritas tersebut maupun pemerintah.

"Kami harapkan ada informasi dari kami otoritas, yang bisa memberikan keyakinan lebih dari bank untuk membuat business plan (rencana bisnis) yang sesuai dengan berbagai stimulus disiapkan OJK dan pemerintah," terang Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Senin (13/7).

Ia mengatakan kondisi industri perbankan di tengah pandemi corona masih solid. Ini tercermin dari sejumlah indikator permodalan maupun likuiditas yang masih memadai.


"Perbankan masih memiliki kapasitas memadai untuk mempercepat recovery (pemulihan)," katanya.

Dari sisi permodalan, lanjutnya, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan berada di posisi 22,16 persen pada Mei. Angka itu naik dari April lalu, yakni 22,08 persen.

Lalu, dari aspek likuiditas juga dinyatakan Wimboh masih memiliki ketahanan. Tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Mei sebesar 8,87 persen dari sebelumnya 8,08 persen di April.

Namun, ia tidak menampik jika terjadi perlambatan pertumbuhan kredit di tengah pandemi covid-19. Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan mandeknya aktivitas ekonomi akibat pandemi corona.

Data OJK menyebut kredit hanya tumbuh 3,05 persen pada Mei, atau turun dari April yaitu 5,73 persen. "Beberapa sektor usaha terpaksa tidak bisa menjalankan usahanya karena masyarakat masih mengalami PSBB," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengamini pernyataan Wimboh. Ia mengatakan perbankan sepakat untuk menyusun RBB lebih optimis.

Kesepakatan itu berdasarkan hasil pertemuan OJK dengan 15 bank besar, baik bank lokal maupun asing, beserta asosiasi perbankan.

"Mereka semua sepakat untuk membuat RBB lebih optimis, artinya mereka memandang bahwa intermediasi bank akan lebih baik lagi pada akhir tahun dan tahun depan," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)