Petinggi Jual Kepemilikan, Saham BCA Sempat Hilang Tenaga

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 07:45 WIB
Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (31/5/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang libur Lebaran 2019 ditutup menguat 105 poin atau 1,72 persen ke level 6,209. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz. *** Local Caption *** Saham BCA sempat kehilangan tenaga usai lima petinggi menjual kepemilikannya. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Saham PT Bank Central Asia (Persero) Tbk atau BCA kehilangan kedigdayaannya usai lima petinggi mereka menjual kepemilikannya secara berjamaah. Pada Senin (13/7) kemarin, saham BCA bahkan sempat diperdagangkan di level 30.700.

Harga tersebut turun 1,4 persen dari posisi pembukaan yang di 31.200. Pada akhir perdagangan, saham BCA ditutup terkoreksi ke posisi 30.875.

Padahal, kalau melihat RTI Infokom, harga saham perbankan kelas kakap itu bergerak hijau ke 13.200 atau level tertingginya di awal perdagangan. Namun, saham merosot setelah informasi lima direktur BCA kompak melepas saham pribadinya.


Diketahui, lima direktur BCA menjual saham pribadinya pada periode 7 hingga 10 Juli lalu.

Kelima direktur BCA yang menjual sahamnya meliputi Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Rudy Susanto, Direktur BCA Lianawaty Suwono, Direktur BCA Henry Koenaifi, dan Direktur Independen BCA Erwan Yuris Ang. Kelimanya, melepas saham dengan jumlah dan harga berbeda.

Jahja tercatat secara total melepas 100 ribu saham. Detailnya, sebanyak 50 ribu saham dijual pada harga Rp31.050 per saham di 9 Juli 2020.

Dengan penjualan itu, kepemilikan saham Jahja sebelumnya 8.105.463 saham menjadi 8.005.463 saham usai transaksi.

Kemudian, Jahja kembali menjual 25 ribu saham seharga Rp31.125 per saham dan sebanyak 25 ribu saham dengan harga Rp31.100 per saham. Kedua transaksi tersebut dilakukan pada 10 Juli 2020.

Untuk Rudy Susanto, secara akumulasi ia melepas 199.500 saham pada 9 Juli 2020. Rinciannya, sebanyak 54.500 saham dijual seharga Rp31.025.

Sedangkan, mayoritas saham yang dijual atau 145.500 saham dilego dengan harga Rp31.000 per saham.

[Gambas:Video CNN]

Direktur Utama BCA  Jahja Setiaatmadja menyebut penjualan saham BBCA yang dikantonginya sebagai aksi jual saham biasa. Dia mengklaim aksi itu sebagai diversifikasi portofolio investasi.

"Ini cuma aksi jual saham biasa saja. Karena yang jual direksi, jadi perhatian. Saya lepas saham 10 ribu juga mungkin orang bertanya. Tidak ada yang istimewa soal itu. Diversifikasi investasi saja," ujarnya saat lunch meeting virtual dengan media, Senin (13/7).

Namun demikian, ia enggan mengomentari aksi jual saham BBCA yang dilakukan direksi lainnya. "Saya tidak ngomong direksi yang lain. Ini buat diri saya sendiri, diversifikasi investasi saja," terangnya.

(agt/agt)