PTBA Lirik Negara di Asia Jadi Pasar Ekspor Baru

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 19:26 WIB
Alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk. di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan, Sabtu (5/11). PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana menaikan produksi dari 25,75 juta ton menjadi 32,18 juta ton atau sebesar 25 persen pada 2017. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye/16 PTBA tengah menyasar pasar ekspor batu bara baru mengingat permintaan negara tujuan ekspor tradisional merosot di tengah pandemi virus corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA melirik pasar ekspor batu bara baru, khususnya di negara-negara Asia seperti Brunei Darussalam, Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Sekretaris PTBA Apollonius Andwie menyebut pihaknya akan lebih gencar memasarkan ke negara-negara baru. Pasalnya, ekspor batu bara ke negara langganan seperti India dan China tengah terhambat akibat lockdown pandemi covid-19.

"Pasar mengalami tekanan dalam beberapa bulan ini. (Pasar) yang paling besar kan India (yang) terpapar covid cukup parah, pelabuhan di-lockdown. Kami sedang penjajakan ke pasar baru," katanya lewat video conference pada Selasa (14/7).


Apollo belum dapat banyak bicara soal penjajakan tersebut tetapi ia mengklaim rencana ekspor disambut cukup positif. Di sisi lain, ia tak memungkiri tren penggunaan batu bara di luar negeri khususnya di negara-negara Eropa yang menurun.

Ia bilang Indonesia sebagai negara penghasil batu bara terbesar di dunia harus mampu bersaing baik secara kualitas mau pun harga agar dapat memasarkan batubara sebagai sumber energi. Setidaknya lebih baik dari negara penghasil batubara lainnya seperti Australia.

Selain ekspor, ia juga menyatakan perusahaan tengah melihat peluang akuisisi bekas lahan tambang PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Jika lulus studi kelayakan, Apollo menyebut lahan tersebut akan ditawarkan ke BUMN.

"Secara aturan setelah semua clear, masalah legal akan ditawarkan ke BUMN. PTBA akan menjajaki, akan memaplajari dan membuat studi apakah itu layak. Apakah menambah nilai ke PTBA," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Selain AKT, ia bilang PTBA juga tengah melirik lahan strategis lainnya sebagai tambang cadangan. Namun ia tak menjelaskan lebih jauh akan lahan potensial lainnya.

Untuk pembiayaannya, menurutnya, PTBA memiliki opsi pendanaan yang memadai. Baik dari kas perusahaan atau internal cash, utang, maupun penerbitan obligasi.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK