Trump Tak Minat Bahas Damai Dagang Fase II dengan China

cnn, CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 12:41 WIB
US dollar of United of America and Yuan China banknotes with flag on ship with import export financial report for analysis economy after both countries announce tax tariff trade war. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia tak berminat membahas kesepakatan dagang tahap II dengan China karena pandemi covid-19.(Istockphoto/Dilok Klaisataporn).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia tak berminat membahas kesepakatan dagang tahap II dengan China karena pandemi virus corona.

"Saat ini saya tak berminat untuk berbicara dengan China," kata Trump ketika ditanya dalam wawancara dengan CBS News, dikutip dari Antara, Rabu (15/7).

Trump mengungkap pihaknya bisa membuat kesepakatan yang hebat, merujuk pada damai dagang tahap I.


"Namun begitu kesepakatannya rampung, bahkan tintanya pun belum kering, mereka menghantam kami dengan wabah," katanya.

Trump mengungkap kecurigaannya berdasarkan pandemi virus corona. Virus itu sudah menginfeksi lebih dari 3 juta warga AS.

"Jadi saat ini saya tidak berminat berbicara dengan China soal kesepakatan lainnya," lanjut Trump.

Sebelumnya, setelah sekitar dua tahun berperang, Amerika Serikat dan China akhirnya meneken kesepakatan damai dagang fase I pada pertengahan Januari lalu.

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He menandatangani kesepakatan damai dagang itu dalam pertemuan di Gedung Putih.

Dalam salah satu poin dalam kesepakatan itu, China setuju membeli barang dari AS senilai setidaknya US$200 miliar.

Kesepakatan itu mencakup tambahan US$32 miliar untuk pembelian produk pertanian dan makanan laut, hampir US$78 miliar untuk barang-barang pabrik seperti pesawat, mesin, dan baja, juga US$52 miliar untuk produk energi.

Untuk mencapai nilai kesepakatan itu, China dan AS memasang target setiap tahun. Untuk produk pabrik, misalnya, China harus mencapai target pembelian US$32,9 di tahun pertama dan US$44,8 miliar di tahun selanjutnya.

Sementara itu, di pos agrikultur, target yang dipasang senilai US$12,5 miliar di tahun pertama dan dilanjutkan dengan US$19,5 miliar.

Di sektor energi, target tahun pertama dipatok US$18,5 miliar, dan selanjutnya US$33,9 miliar. Pada sektor layanan, target dipasang US$12,8 miliar dan US$25,1 miliar.

Meski kesepakatan fase I ini sudah diteken, AS akan tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga ada perjanjian fase II.

Namun, AS setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)