Eks Penasihat Obama Ingatkan Risiko Krisis Keuangan Terulang

ulf, CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 12:10 WIB
Austan Goolsbee, anggota dewan penasehat ekonomi AS era Presiden Barack Obama memperingatkan potensi pengulangan krisis 2008 akibat pandemi covid-19. Austan Goolsbee, anggota dewan penasehat ekonomi AS era Presiden Barack Obama memperingatkan potensi pengulangan krisis 2008 akibat pandemi covid-19.(AP/David Goldman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Austan Goolsbee, anggota dewan penasehat ekonomi AS era Presiden Barack Obama memperingatkan potensi pengulangan krisis 2008 akibat pandemi covid-19. Menurutnya, pemulihan ekonomi yang rapuh akan terhenti jika pandemi memburuk serta tidak dikendalikan dengan cepat.

"Ini benar-benar bermain dengan api. Mereka harus mengendalikan penyebaran virus. Itulah yang hampir dilakukan setiap negara," ujarnya dikutip dari CNN, Senin (27/7).

Ia mengatakan ekonomi yang memburuk akan menyebabkan banyak perusahaan dan usaha kecil runtuh. Kondisi ini memaksa bank menderita kerugian besar.


"Itu bisa menyebabkan krisis keuangan. Kita bisa kembali ke kondisi seperti krisis keuangan 2008," ucap profesor di Booth School of Business Universitas Chicago ini.

Namun, sejumlah analis menilai sejauh ini bank-bank di Amerika mampu menghadapi tantangan itu. Pasalnya, undang-undang reformasi keuangan memaksa bank-bank untuk menambah modal guna mengantisipasi kerugian. Karenanya, bank-bank menyisihkan puluhan miliar dolar AS untuk meredam kredit macet.

"Keyakinan dalam sistem keuangan Amerika luar biasa," kata mantan anggota Kongres Barney Frank.

Goolsbee menambahkan terdapat korelasi sangat kuat antara ketakutan terhadap virus corona dan perilaku konsumen.

"Virusnya adalah bos," katanya.

Saat ini, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins tercatat lebih dari 146 ribu orang AS meninggal karena virus corona. Jika penanganan tidak berubah, maka korban jiwa diprediksi mencapai 300 ribu akhir tahun.

Karenanya, ia mendesak pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus corona, sembari merujuk keberhasilan pengendalian virus di Jerman, Korea Selatan, Jepang dan Selandia Baru.

"Ini benar-benar bermain dengan api. Mereka harus mengendalikan penyebaran virus. Itulah yang hampir dilakukan oleh setiap negara lain," kata Goolsbee.

Lampu Kuning Menyala

Kepala ekonom AS di Oxford Economics Gregory Daco mengatakan peluang balik arah (rebound) dari pandemi covid-19 telah kehilangan momentumnya, karena melonjaknya jumlah kematian.

Seperti dirangkum dalam CNN Business Recovery Dashboard, beberapa indikator ekonomi tiba-tiba berkedip kuning.

Sebut saja, reservasi restoran menurun dan kedatangan konsumen ke toko ritel kembali berkurang. Sementara itu, untuk pertama kalinya sejak akhir Maret, jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat pada pekan lalu.

"Pondasi untuk pemulihan ekonomi mengalami keretakan di bawah beban krisis kesehatan yang tidak terkelola," tulis Daco dalam sebuah laporan.

[Gambas:Video CNN]



(sfr)