BTN Bidik Pertumbuhan Kredit Capai 5 Persen pada 2020

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 09:17 WIB
BTN menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 5 persen yang ditopang oleh tambahan subsidi KPR dan penempatan dana oleh pemerintah. BTN menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 5 persen yang ditopang oleh tambahan subsidi KPR dan penempatan dana oleh pemerintah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 4 persen hingga 5 persen (year-on-year/ yoy) sepanjang 2020.

Meski realisasi penyaluran kredit baru mencapai Rp 251,84 triliun atau tumbuh baru tumbuh 0,32 persen sepanjang semester I 2020, Dirut BTN Pahala Nugraha Mansury optimistis paruh kedua tahun ini penyaluran akan lebih ekspansif.

Terlebih, ada tambahan subsidi Selisih Suku Bunga (SSB) KPR dari pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


"Kita ketahui tahun ini saja dalam paket stimulus kedua kita memperoleh tambahan subsidi untuk KPR SSB itu sebesar Rp1,5 triliun. Total keseluruhan 172 ribu, yang menjadi kuota bagian BTN 146 ribu," ujarnya dalam media briefing kinerja semester I-2020 secara virtual, Senin (3/8).

Di samping itu, optimisme tumbuhnya kredit juga disebabkan oleh penempatan dana pemerintah sebesar Rp 5 triliun di emiten berkode BBTN ini. Dari penempatan dana tersebut BTN sendiri telah merealisasikan kredit hingga Rp4,4 triliun.

Perseroan berharap KPR non subsidi hingga akhir bisa tumbuh 5 persen hingga 6 persen yoy. Sementara untuk KPR subsidi diharapkan tumbuh hingga 10 persen di akhir tahun mendatang. Target tersebut didukung oleh tanda-tanda pemulihan pasar properti pada Juni-Juli.

Ia juga meyakini perseroan mampu mencapai target penyaluran kredit sebesar Rp15 triliun dari penempatan dana pemerintah pada September 2020.

"KPR di Juni permintaannya naik 75 persen dibandingkan bulan Mei. Apakah sudah normal? Belum, karena pernah turun lebih tinggi dari 75 persen sebelumnya," jelas Pahala.

Pahala menjelaskan pertumbuhan kredit semester pertama sendiri masih ditopang oleh kredit perumahan. Penyaluran KPR subsidi masih tumbuh 5,84 persen yoy menjadi Rp113,61 triliun. Sementara penyaluran KPR non subsidi menurun sebesar 1,96 persen yoy menjadi Rp 79,87 triliun.

Adapun faktor yang menahan laju pertumbuhan kredit sepanjang Januari-Juni 2020 adalah turunnya kredit non perumahan sebesar 5,68 persen yoy dari Rp24,29 triliun di akhir Juni 2019 menjadi Rp22,91 triliun.

Penurunan paling tinggi disumbang dari kredit komersial sebesar 14,16 persen yoy menjadi hanya Rp11,98 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)