BKPM Sebut 17 Juta Orang RI Sedang Cari Kerja saat Corona

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 12:22 WIB
BKPM menyebut 17 juta orang Indonesia sedang mencari kerja di tengah corona. Karena itu, mereka tak akan pilih-pilih investasi. BKPM menyebut 17 juta orang Indonesia sedang mencari kerja di tengah corona. (Setkab.go.id/Jay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sebanyak 17 juta orang tengah di Indonesia tengah mencari pekerjaan. Jumlah tersebut terdiri dari 7 juta pengangguran, ditambah dengan angkatan kerja setiap tahunnya sebanyak 2,5 juta.

Selain itu, jumlah pencari kerja di berasal dari korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19 sebanyak kurang lebih 7 juta hingga 8 juta orang.

"Maka kurang lebih sekitar 16 juta hingga 17 juta orang sekarang yang siap cari kerja," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (4/8).


Melihat kondisi tersebut, Bahlil menilai tidak ada cara lain selain mendorong penciptaan lapangan kerja. Untuk itu, ia menyatakan investasi menjadi pintu bagi penciptaan lapangan kerja.

Ia juga menuturkan BKPM tak tebang pilih untuk jenis investasi yang masuk, asalkan sesuai dengan persyaratan pemerintah dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi penduduk Indonesia.

"Jadi kalau dulu kami masih pilih-pilih, sekarang dengan Covid-19 ini yang penting investasi masuk, lapangan pekerjaannya bisa tercipta. Rumusnya 17 juta itu harus betul-betul dapat (kerja)," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Ke depan, lanjutnya, pemerintah akan fokus pada lima sektor guna mendorong investasi. Meliputi, alat kesehatan lantaran selam aini mayoritas atau sebesar 90 persen masih impor. Kemudian, sektor energi, pertambangan, manufaktur, dan teknologi.

"Untuk investasi ke depan berorientasi pada nilai tambah. Demokrasi ekonomi dan investasi inklusif adalah suatu keharusan," ucapnya.

Untuk diketahui, pada semester I 2020 realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp402,6 triliun, atau 49,3 persen dari target. Hingga akhir tahun, BKPM menargetkan investasi yang masuk senilai Rp817,2 triliun.

Realisasi investasi pada enam bulan pertama 2020 itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp207 triliun atau 51,4 persen dari target dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp195,6 triliun atau 48,6 persen dari target. Realisasi PMDN naik 13,2 persen, sedangkan PMA turun 8,1 persen.

(ulf/agt)