Bandara Husein Sastranegara Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 23:25 WIB
PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Husein Sastranegara menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mengantisipasi lonjakan penerbangan. PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Husein Sastranegara menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mengantisipasi lonjakan penerbangan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Bandung, CNN Indonesia --

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memastikan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menerapkan protokol kesehatan ketat. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi frekuensi penerbangan dari dan ke bandara di tengah pandemi virus corona.

"Kami tengah mengampanyekan safe travel. Kami berharap masyarakat tidak takut untuk berpergian karena kami memastikan pelaksanaan protokol kesehatan terus terjaga," ucap General Manager AP II Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara, R Iwan Winaya Mahdar di Pendopo Kota Bandung, Selasa (4/8).

Iwan mengungkapkan, fasilitas di Bandara Husein Sastranegara telah menerapkan sistem touchless atau tanpa sentuhan. Calon penumpang juga harus terlebih dahulu melewati thermal scanner.


"Jika suhu tubuh calon penumpang melebihi 37,5 derajat celcius maka pintu masuk ke ruang bandara tidak akan terbuka. Begitu pula jika suhu tubuhnya dingin," tuturnya.

Sedangkan, penumpang yang datang  telah disiapkan electronic tracing yang terhubung dengan seluruh bandara. Sehingga petugas bisa mengetahui asal dan dari mana penumpang tersebut berasal.

"Para petugas juga mengenakan APD (Alat Pelindung Diri). Kita juga selalu melakukan disinfektan di area bandara. Sehingga Bandara Husein aman, nyaman, dan tetap sehat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," jelasnya.

Setiap calon penumpang, kata dia, tetap harus membawa surat keterangan sehat dengan melampirkan surat keterangan lolos tes covid-19. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Karena surat tersebut belum dicabut. Jadi semua masih harus menyertakan hasil tes Covid-19," ujar Iwan.

Ia menyebut, hingga kini, Bandara Husein Sastranegara tidak pernah tutup. Setiap hari masih ada penerbangan yang datang dan pergi meski frekuensinya masih kecil.

"Sehari ada dua hingga empat penerbangan yang datang dan pergi. Jadi tidak tutup," ucap Iwan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mendukung upaya pengelola Bandara Husein Sastranegara untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari dan ke Kota Bandung. Hal itu diyakininya bisa membantu mendongkrak perekonomian Kota Bandung.

[Gambas:Video CNN]

Namun, Oded meminta agar pengelola bandara memastikan protokol kesehatan berjalan dengan ketat. Karenanya, Oded mendukung kampanye safe travel yang diinisiasi AP II.

"Pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil setiap kebijakan karena dampak Covid-19 ini mempertimbangkan yaitu ekonomi dan kesehatan. Ekonomi Kota Bandung memang harus terus bertahan karena sebagian besar dari sektor jasa tetapi kesehatan masyarakat juga terus terjaga," katanya.

(hyg/sfr)