OJK Sahkan KB Kookmin Sebagai PSP Bank Bukopin

Bank Bukopin, CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 15:14 WIB
KB Kookmin Bank ditetapkan efektif menjadi PSP Bank Bukopin per 30 Juli 2020. KB Kookmin Bank ditetapkan efektif menjadi PSP Bank Bukopin per 30 Juli 2020. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan surat persetujuan terkait KB Kookmin Bank yang kini berstatus sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin. Hal itu dilakukan menyusul KB yang resmi jadi pemegang saham terbesar Bukopin melalui hasil penutupan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) dengan mendapatkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tanggal 30 Juli 2020 yang diterima Perseroan tanggal 1 Agustus 2020, KB ditetapkan efektif menjadi PSP per 30 Juli 2020. Selain itu, induk usaha KB yaitu KB Financial Group (KBFG) yang merupakan group finansial terbesar di Korea Selatan, juga disetujui menjadi Ultimate Shareholder Bank Bukopin.

Persetujuan OJK itu disebut sudah diprediksi, terlebih setelah penutupan PUT V Bank Bukopin pada 30 Juli lalu. Pada aksi korporasi itu, KB Kookmin Bank menyerap seluruh hak dan mengambil posisi sebagai stand by buyer untuk menyerap semua saham yang tidak diambil pemegang saham lain.


Hasil PUT V tersebut mendongkrak posisi capital adequacy ratio (CAR) Bukopin menjadi 14 persen. Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Purwantono menyatakan kelak CAR akan naik seiring realisasi dari private placement yang akan dilakukan oleh Kookmin.

"Bila hal ini dilakukan (private placement) maka posisi CAR Bukopin diprediksi ada di kisaran 16-17 persen. Oleh karena itu, kami berharap agar para pemegang saham dapat mendukung rencana penguatan modal ini dengan menyetujui rencana PMTHMETD pada RUPSLB tanggal 25 Agustus nanti, karena akan berdampak sangat baik bagi perseroan, seluruh shareholder dan stakeholder ke depannya," kata Rivan.

Ia menambahkan, private placement itu dinilai sebagai bentuk komitmen dan keseriusan KBFG untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kisaran CAR di angka 16-17 persen tersebut ekuivalen dengan kepemilikan Kookmin di kisaran 67 persen. Di tengah pandemi seperti ini, tentu ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik sangat baik bagi investor untuk berinvestasi, apalagi untuk pengembangan sektor ritel ke depannya," papar Rivan.

Rivan menyatakan, memiliki Pemegang Saham Pengendali dengan kepemilikan di atas 25 persen, Bukopin yang baru-baru ini turut dalam daftar Top 1.000 World Bank versi The Bankers dinilai siap menghadapi tantangan mendatang.

(rea)


BACA JUGA