Rupiah Lesu ke Rp14.465 di Tengah Pelemahan Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 09:14 WIB
Rupiah melemah ke Rp14.465 per dolar AS pada Kamis (6/8) pagi. Pelemahan tersebut terjadi saat dolar sedang tertekan. Rupiah melemah ke level Rp14.465 per dolar AS pada Kamis (6/8) pagi. Tapi, pelemahan diramal sementara karena dolar AS sedang tertekan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.465 per dolar AS pada Kamis (6/8) pagi. Posisi tersebut melemah 0,58 persen dibandingkan perdagangan Rabu (5/8) sore di level Rp14.550 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Hanya yuan China yang melemah sebesar 0,06 persen.

Sementara Yen Jepang menguat 0,05 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, dolar Taiwan menguat 0,29 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,44 persen.


Kemudian peso Filipina menguat 0,03 persen, rupee India menguat 0,15 persen, ringgit Malaysia menguat 0,10 persen, dan baht Thailand menguat 0,10 persen.

Sebaliknya, mayoritas mata uang di negara maju terpantau melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,14 persen,dolar Australia melemah 0,14 persen dan dolar Kanada melemah 0,01 persen. Hanya franc Swiss yang terpantau mengalami penguatan sebesar 0,03 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi menguat di kisaran Rp14.400-14.650 pada perdagangan hari ini.

Pasalnya, pagi ini dollar AS masih terlihat melemah terhadap nilai tukar emerging markets. Menurut Ariston pergerakan rupiah dipengaruhi data perubahan jumlah orang yang dipekerjakan di luar sektor pertanian dan pemerintahan di AS Kemarin.

[Gambas:Video CNN]

Data yang disurvei oleh perusahaan swasta AS, Automatic Data Processing Inc, dilaporkan mengalami kenaikan tapi jauh di bawah ekspektasi pasar.

"Sehingga ini memberikan sentimen negatif ke dolar AS, 167 ribu orang dibandingkan ekspektasi 1,2 juta orang," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/8).

Selain itu, Pembahasan stimulus fiskal AS senilai US$1 triliun masih menjadi sentimen positif untuk nilai tukar emerging markets. "Rupiah masih berpotensi menguat," tandasnya.

(hrf/agt)