Ilham Habibie Ungkap Kesuraman Industri Penerbangan

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 15:48 WIB
Ilham Habibie menyebut kesuraman industri kedirgantaraan tidak terlepas dari pandemi covid-19 yang membuat lintas penerbangan turun 80 persen. Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Habibie menyebut kesuraman industri kedirgantaraan tidak terlepas dari pandemi covid-19 yang membuat lintas penerbangan turun 80 persen. (Detikcom/Aisyah Kamaliah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Habibie mengungkap kesuraman kondisi industri kedirgantaraan, termasuk penerbangan secara umum, yang terdampak pandemi covid-19.

Hal itu dikarenakan menurunnya lintas penerbangan hingga 80 persen lebih, serta pembatalan pemesanan pesawat oleh perusahaan maskapai.

Sektor pariwisata yang jadi andalan untuk mendukung industri kedirgantaraan pun tertekan dan pemulihan volume perjalanan wisata diperkirakan berlangsung lama.


"Ada keadaan yang jujur saja parah karena pola kerja di masa mendatang akan berbeda. Orang mungkin tidak sebanyak dulu yang perlu traveling karena bisa diambil alih teknologi dan ketakutan terhadap covid-19" ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (7/8/20).

Meski demikian, Ilham optimistis industri kedirgantaraan dapat berangsur-angsur pulih jelang adaptasi kebiasaan baru, seperti sektor industri lainnya di Indonesia.

"Bagaimana pun kita akan recover (pulih), tapi tidak recover ke keadaan semula, melainkan ada sesuatu yang baru dan di situlah ada peluang untuk industri penerbangan di Indonesia," imbuh dia.

Memang, saat ini ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia belum lengkap. Bahkan, PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang memimpin sektor dalam industri kedirgantaraan masih banyak memiliki kekurangan.

Pun begitu, industri penerbangan nasional  juga berpotensi untuk berkembang menjadi lebih efisien dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Bahkan, ada peluang Indonesia bisa menjadi negara yang memimpin pengembangan industri aviasi melampaui negara lain.

"Selalu kelihatan di mana ada zaman ketika inovasi-inovasi yang distruptif belum tentu perusahaan atau negara yang semula menguasai bidang itu akan berkuasa kembali," tuturnya.

Ilham juga menyarankan sejumlah hal yang perlu diubah di industri aviasi nasional. Salah satunya penggunaan energi ramah lingkungan atau energi baru terbarukan (EBT) yang bahan bakunya melimpah di dalam negeri.

"Ada banyak upaya material yang lebih ramah lingkungan, lebih sustainable (berkelanjutan) digunakan dalam rancang bangun pesawat terbang," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)