Ilham Habibie Yakin Industri Aviasi Mampu Bangkit dari Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 14:07 WIB
Ilham Habibie menilai industri penerbangan makin efisien. Hal itu tercermin dari peran pilot yang bisa diganti oleh teknologi drone. Ilham Habibie menilai industri penerbangan makin efisien. Hal itu tercermin dari peran pilot yang bisa diganti oleh teknologi drone. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Habibie memprediksi industri aviasi atau kedirgantaraan mampu kembali bangkit dari keterpurukan akibat pandemi virus corona (covid-19).

Ia mengatakan perkembangan teknologi akan membuat maskapai dapat beroperasi lebih efisien dari sebelumnya. Misalnya, dengan cara mengurangi jumlah tenaga kerja yang bisa digantikan dengan mesin.

Salah satu yang memungkinkan untuk dikembangkan adalah mengubah sistem kemudi dengan mengadopsi teknologi drone atau pesawat nirawak. Dengan demikian, jumlah pilot dapat dikurangi sebab tugas di kokpit pesawat hanya memantau dan mengambil tindakan dalam kondisi darurat.


"Teknologi yang dikembangkan drone bisa masuk ke dalam pesawat Sehingga pilot di tidak perlu selalu melibatkan diri seperti ini tapi hanya memantau dan mengambil tindakan jika diperlukan," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (7/8).

Ilham juga menilai tingkat keselamatan pesawat terbang akan meningkat jika teknologi tersebut dapat dikembangkan. Pada gilirannya, hal ini juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan penumpang dalam sistem transportasi udara.

"Mungkin suatu ketika industri kedirgantaraan dari segi transportasi udara sudah paling aman kalau dihitung penumpang per kilometer yang diterbangkan," tuturnya.

Di luar itu, Ilham juga menyampaikan masih banyak hal yang belum terjawab dalam pengembangan transportasi udara. Salah satunya, upaya merancang jenis pesawat yang mampu terbang melebihi kecepatan suara.

"Dulu selalu menjadi kritik karena terlalu boros, mahal dari segi pesawat terbangnya. Tapi dengan teknologi baru memang ada harapan suatu ketika menjadi layak secara ekonomis dan finansial," imbuhnya.

Di sisi lain, Ilham mengakui saat ini ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia memang masih kesulitan untuk mengakselerasi pengembangan teknologi seperti yang ia sebutkan. Bahkan, PT Dirgantara Indonesia yang menjadi leading sector dalam industri ini masih banyak memiliki kekurangan.

Kendati demikian, bukan berarti industri penerbangan nasional tak punya potensi untuk berkembang menjadi lebih efisien dengan memanfaatkan inovasi teknologi.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Ilham, ruang untuk maju tetap terbuka bahkan Indonesia bisa menjadi negara yang memimpin pengembangan industri aviasi melampaui negara lain.

"Selalu kelihatan di mana ada zaman ketika ada inovasi-inovasi yang disruptif, belum tentu perusahaan atau negara yang semula menguasai bidang itu akan berkuasa kembali," tandasnya.

(hrf/sfr)