Pendapatan PTDI Anjlok 40 Persen Kena Imbas Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 14:59 WIB
PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan mengkaji ulang target pendapatan tahun ini karena pandemi virus corona. PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan mengkaji ulang target pendapatan tahun ini karena pandemi virus corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI mencatat pendapatan perusahaan turun 40 persen akibat pandemi covid-19. Pasalnya jumlah traffic penerbangan menurun drastis dan banyak perusahaan melakukan pembatalan pembelian produk pabrik pesawat pelat merah ini.

"Apa yang dilakukan pada tahun 2020 tentunya pendapatan kami semua, kami review kembali, memang cukup signifikan turun. Kami menargetkan mudah-mudahan turunnya antara 30 sampai 40 persen daripada target semula," ujar Direktur Utama PTDI Elfien Guntoro dalam diskusi virtual, Jumat (7/8).

Menurut Elfien, dampak virus corona terhadap industri manufaktur pesawat di berbagai negara memang cukup parah. Di Eropa misalnya, Airbus berencana mengevaluasi kembali rencana produksinya dan menjaga fokus pada keberlanjutan finansial perusahaan serta backlog management.


Hal tersebut lantaran banyaknya maskapai yang menjadi pelanggan Airbus menutup penerbangan atau mengurangi jadwal penerbangannya sebesar 60-90 persen.

"Down budget dipotong semua, dan ini akan berimplikasi pada pemesanan pesawat. Ujung-ujungnya, secondary effect-nya, stock market juga anjlok cukup signifikan, di industri dirgantara sampai 40 persen," tuturnya.

Sementara, bagi PTDI sendiri, besarnya penurunan pendapatan disebabkan negara-negara asal customer mengalami tekanan ekonomi cukup besar akibat covid-19.

Oleh karena itu, lanjut Elfien, perusahaan melakukan evaluasi customer luar negeri yang disesuaikan dengan kondisi pandemi di masing-masing negara, terutama yang jadi target dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020.

"Beberapa pasar memang tidak bisa kami penuhi karena memang ada yang menunda, membatalkan dan ada anggaran yang dipotong, Ini menjadi yang perlu kami hadapi, demikian juga key supplier," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)