Eks Menteri Jokowi: Belanja Pemerintah Minim, Ekonomi Jatuh

CNN Indonesia | Minggu, 09/08/2020 19:53 WIB
Mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan menyatakan salah satu biang kerok ekonomi kuartal II 2020 jatuh adalah minimnya belanja pemerintah. Ilustrasi Andrinof Chaniago. (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyatakan salah satu biang kerok ekonomi kuartal II 2020 jatuh hingga minus 5,32 persen adalah minimnya belanja pemerintah. Padahal, belanja tersebut menjadi andalan untuk menjaga ekonomi di tengah pandemi virus corona.

"Di kuartal II 2020 itu belanja pemerintahan belum jalan. Sekarang andalan kan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menggerakkan ekonomi," ujar Andrinof dalam video conference, Minggu (9/8).

Tak heran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat marah kepada 'anak buahnya' karena penyerapan anggaran yang masih rendah. Hal ini khususnya anggaran untuk penanganan pandemi virus corona.


Kendati begitu, Andrinof optimistis ekonomi kuartal III 2020 lebih baik ketimbang kuartal II 2020. Namun, ia tak memberikan prediksi pasti apakah posisinya masih minus atau sudah positif.

"Kalau kuartal III 2020 saya lihat prospek lebih baik, tidak serendah kuartal II 2020," ucap Andrinof.

Sementara, Andrinof mengaku belum bisa memprediksi untuk ekonomi sepanjang tahun. Hal itu bergantung dari kasus virus corona dan upaya pemerintah menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

"Akhir tahun masih tanda tanya. Bisa minus bisa nol persen. Tinggal persiapan psikologis saja. Tapi negara lain ada yang minus 7 persen dan 8 persen," jelas Andrinof.

Ia bilang kasus pandemi virus corona berpeluang hingga tahun depan. Untuk itu, semua pihak harus jeli mencari peluang untuk bertahan di tengah pandemi.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 secara tahunan. Ini menjadi yang pertama sejak kuartal I 1999 silam yang pertumbuhannya minus 6,13 persen.

Realisasi ekonomi kuartal II 2020 berbanding terbalik dengan kuartal II 2019 yang masih tumbuh 5,05 persen. Begitu pula jika dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang masih tumbuh meski anjlok sebesar 2,97 persen. 

(aud/DAL)

[Gambas:Video CNN]