Rilis Tenaga Kerja AS Bikin Rupiah Menguat ke Rp14.600

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 09:18 WIB
Rupiah menguat 0,17 persen ke posisi Rp14.600 pada perdagangan Senin (10/8) pagi. Namun, rupiah diperkirakan bergerak melemah hari ini. Rupiah menguat 0,17 persen ke posisi Rp14.600 pada perdagangan Senin (10/8) pagi. Namun, rupiah diperkirakan bergerak melemah pada hari ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.600 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (10/8) sore. Mata uang garuda menguat 0,17 persen bila dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp14.625 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,13 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, peso Filipina menguat 0,02 persen, baht Thailand menguat 0,12 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,04 persen.

Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,25 persen, rupee India melemah 0,01 persen, yuan China melemah 0,04 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,21 persen. 


Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,13 persen, dolar Australia melemah 0,13 persen dan franc Swiss melemah 0,03 persen. Hanya dolar Kanada yang terpantau masih menguat 0,04 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melemah hari ini dengan kekhawatiran pasar yang berlanjut dari akhir pekan kemarin. 

Kekhawatiran terutama disebabkan oleh kisruh hubungan AS dan China, deadlock paket stimulus AS sebesar US$1 triliun dan jumlah kasus virus corona yang masih terus meningkat.

"Pelemahan rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp14.550 per dolar AS sampai R14.700 per dolar AS," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Namun di sisi lain, data tenaga kerja AS yang lebih bagus dari ekspektasi pasar, seperti data Non Farm Payrolls dan data tingkat pengangguran yang dirilis akhir pekan lalu bisa membantu penguatan rupiah.

"Karena data yang bagus ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung," pungkasnya. 

[Gambas:Video CNN]



(bir)