Prospek Pemulihan Ekonomi AS Tekan Rupiah ke Rp14.760

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 16:26 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,55 persen ke level Rp14.760 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (12/8) sore. Nilai tukar rupiah melemah 0,55 persen ke level Rp14.760 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (12/8) sore. (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.760 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (12/8) sore. Posisi tersebut melemah 0,55 persen dibandingkan perdagangan Selasa (11/8) sore di level Rp14.680 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.777 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi kemarin yakni Rp14.728 per dolar AS.

Sore ini, mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,30 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, rupee India melemah 0,07 persen, dan yuan China melemah 0,01 persen.


Sebaliknya ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, baht Thailand menguat 0,05 persen, won Korea Selatan menguat 0,04 persen, dan peso Filipina menguat 0,01 persen.

Sementara itu, pergerakan mata uang di negara maju juga masih bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,02 persen dan dolar Kanada melemah 0,07 persen. Sebaliknya, dolar Australia menguat 0,25 persen dan franc Swiss menguat 0,010 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston mengatakan pelemahan rupiah masih karena efek penguatan dolar sejak awal pekan lalu. Hal ini disebabkan membaiknya prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang terindikasi dari data-data perekonomian negeri Paman Sam.

Beberapa di antaranya data tenaga kerja AS yang lebih bagus dari ekspektasi pasar seperti data Non Farm Payrolls dan data tingkat pengangguran yang dirilis Jumat pekan lalu.

"Nanti malam ada data indeks harga konsumen AS, kalau datanya dirilis lebih bagus dari proyeksi, mungkin rupiah bisa tertekan lagi," ucapnya kepada CNNIndonesia.com.

Tak hanya itu, kekhawatiran pasar terhadap kisruhnya hubungan AS dan China juga berlanjut dari akhir pekan kemarin. Meski demikian, menurut Ariston, kabar baik stimulus paket II AS untuk penanganan Covid-19 sebesar US$1 triliun bisa mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

"Ini bisa berimbas positif karena stimulus ini memberikan sentimen positif ke pemulihan ekonomi global. Besok rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.650-14.850 per dolar AS," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)