Rupiah Perkasa Rp14.580 karena Sinyal Pemulihan Ekonomi

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 09:13 WIB
Rupiah menguat 0,41 persen ke posisi Rp14.580 per dolar AS pada perdagangan Selasa (11/8) pagi, ditopang sinyal pemulihan ekonomi AS dan China. Rupiah menguat 0,41 persen ke posisi Rp14.580 per dolar AS pada perdagangan Selasa (11/8) pagi, ditopang sinyal pemulihan ekonomi AS dan China. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.580 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (11/8) sore. Mata uang Garuda menguat 0,41 persen jika dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.647 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,07 persen, dolar Taiwan menguat 0,22 persen, won Korea Selatan menguat 0,13 persen.

Kemudian, peso Filipina menguat 0,15 persen, rupee India menguat 0,05 persen, yuan China menguat 0,12 persen, dan baht Thailand menguat 0,10 persen.


Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,05 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,07 persen.

Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju bergerak variatif terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,15 persen dan dolar Australia melemah 0,25 persen. Sementara, dolar Kanada menguat 0,14 persen dan franc Swiss menguat 0,02 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan sentimen positif kembali masuk ke aset berisiko pagi ini dengan terlihatnya indeks saham Asia yang bergerak menguat.

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga terlihat kembali menguat, yang artinya pasar mulai kembali ke aset berisiko.

"Pasar mungkin sedang merespons positif sinyal pemulihan ekonomi yang terjadi di China, demikian juga di AS," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Rilis data indeks harga konsumen atau CPI China pada Juli melebihi perkiraan yang mengindikasikan pemulihan permintaan di negeri tirai bambu.

Sementara AS, telah merilis data tenaga kerja di akhir pekan dan data jumlah lowongan pekerjaan semalam yang juga lebih baik dari perkiraan.

"Hasil ini juga menunjukkan potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Rupiah berpotensi menguat hari ini dengan kisaran support di Rp14.550 dan resisten di Rp14.700," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)