Airlangga soal Ekonomi Bali: Dapat Perhatian Super Khusus

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 18:46 WIB
Menko Airlangga menyatakan pemerintah telah memberikan perhatian khusus kepada perekonomian Bali di tengah pandemi virus corona. Menko Airlangga menyatakan pemerintah telah memberikan perhatian khusus kepada perekonomian Bali di tengah pandemi corona. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Provinsi Bali sudah mendapat perhatian khusus terkait risiko penurunan ekonomi sejak pandemi virus corona atau covid-19 mewabah di Indonesia.

Karenanya, pemerintah terus memberikan berbagai stimulus, khususnya bagi sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Pulau Dewata.

"Bali ini bahkan perhatiannya sudah super khusus," ucap Airlangga saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakernas Apindo) secara virtual, Rabu (12/8).


Pernyataan ini diungkapkan Airlangga karena masih mendengar keluhan dari dunia usaha yang tergabung dalam Apindo. Beberapa pengusaha meminta pemerintah menambah perhatiannya kepada perekonomian Bali.

Sebab, Bali diklaim menjadi yang paling terpukul karena pandemi virus corona. Terkait hal ini, Airlangga mengatakan pemerintah sejatinya sudah memberikan banyak stimulus untuk menangani dampak pandemi virus corona di Tanah Air.

Pemerintah menyiapkan anggaran mencapai Rp695,2 triliun untuk penanganan dampak pandemi virus corona dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari pagu sebesar itu, sekitar Rp3,8 triliun diberikan ke sektor pariwisata melalui berbagai skema.

[Gambas:Video CNN]

Pertama, insentif tiket untuk 10 destinasi pariwisata sebesar Rp400 miliar. Kedua, hibah pariwisata Rp 100 miliar. Ketiga, kompensasi pajak untuk hotel atau restoran Rp 3,3 triliun.

"Kemarin sudah ada budget Rp3,8 triliun untuk pariwisata, itu tinggal dibahas dengan Ketua Umum PHRI (Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia) mengenai teknisnya. Karena dananya ada, tapi belum jelas ambilnya," tandasnya.

(uli/sfr)