Ekonomi Anjlok 12,2 Persen, Thailand Masuk Jurang Resesi

CNN Indonesia | Selasa, 18/08/2020 08:47 WIB
Thailand terperosok jurang resesi usai laju ekonomi kuartal II anjlok 12,2 persen di tengah pandemi virus corona. Thailand terperosok jurang resesi usai laju ekonomi kuartal II anjlok 12,2 persen di tengah pandemi virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand terperosok ke jurang resesi setelah laju ekonomi kuartal II 2020 anjlok 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontraksi tersebut merupakan yang terburuk sejak krisis ekonomi Asia 1998 di mana kala itu ekonomi April-Juni merosot 12,5 persen.

Dilansir dari AFP, pandemi virus corona menghantam sektor pariwisata negeri gajah putih. Padahal, pariwisata merupakan salah satu sektor andalan perekonomian Thailand.

Kasus corona di Thailand sendiri bisa dibilang cukup terkendali dengan sekitar 3.300 kasus dan 58 korban meninggal dunia. Namun, penguncian wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus membuat ekonomi babak belur.


"(Pandemi) membuat ekonomi kami turun 12,2 persen, lebih rendah dari krisis Tom Yam Kung (1998)," ujar Sekretaris Jenderal Badan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) Thosaporn Sirisumphand.

Pada kuartal I lalu, ekonomi Thailand minus 1,8 persen. Sepanjang 2020, NESDC memperkirakan laju ekonomi Thailand akan terkontraksi 7,5 persen.

NESDC menilai absennya turis selama pandemi memukul sektor jasa, hiburan, ritel, perhotelan, dan restoran.

"Penurunan tidak sedramatis di beberapa negara setara di kawasan," ujar Ekonom Capital Economics Alex Holmes.

Holmes membandingkan dengan memburuknya laju ekonomi Singapura, Malaysia, dan Filipina. Kendati demikian, menurut Holmes, kinerja negatif ekonomi Thailand merupakan salah satu yang terburuk di kawasan karena tingginya ketergantungan negara terhadap sektor pariwisata.

Bank Krungsri memperkirakan sektor pariwisata Thailand akan tetap lemah mengingat jumlah turis asing hampir nol dan daya beli domestik yang merosot.

Pemerintah memperkirakan pandemi akan menyebabkan 8,4 juta warga Thailand kehilangan pekerjaan atau menghapus pencapaian yang diperoleh selama dua dekade terakhir. Buruknya perekonomian memicu aksi demonstrasi dari mahasiswa yang menginginkan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha lengser.

Sebagai informasi, sebelum Thailand, sejumlah negara telah mengumumkan resesi terlebih dahulu di antaranya Singapura, Filipina, dan Korea Selatan.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK