Apindo Minta Pemerintah Beri Dukungan Khusus ke Ekonomi Papua

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 06:15 WIB
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkhawatirkan perekonomian Papua kian tertinggal karena pandemi virus corona. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkhawatirkan perekonomian Papua kian tertinggal karena pandemi virus corona. Ilustrasi. (Istockphoto/rdirkse).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah memberi dukungan khusus bagi pemulihan ekonomi Papua di tengah tekanan pandemi virus corona atau covid-19.

Sebab, ekonomi provinsi itu sudah tertinggal sejak sebelum virus corona mewabah di Indonesia dan dikhawatirkan kian tertinggal akibat pandemi.

"Apakah ada kebijakan bagi masyarakat Papua yang merupakan daerah tertinggal? Pemerintah perlu beri perhatian," ujar Wakil Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani membacakan masukan dari sesama rekan pengusahanya saat Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakernas Apindo) secara virtual, Rabu (12/8).


Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tentu ingin memberi dukungan kepada ekonomi Papua. Hanya saja, dukungan itu tidak bisa diberikan hanya kepada satu daerah.

Pasalnya, tekanan ekonomi akibat pandemi corona menekan hampir seluruh daerah di Indonesia. Untuk itu, pemerintah memberikan dukungan kebijakan yang berbasis sektoral.

"Tentu kebijakannya itu tergantung sektoral, jadi untuk semua sektor apa kebijakannya sama. Kami melihat apa insentif khusus yang perlu dilakukan, tapi pemerintah beri insentif berdasarkan sektor dan untuk seluruh Indonesia," kata Airlangga pada kesempatan yang sama.

Kendati tengah tertekan pandemi corona, data Badan Pusat Statistik (BPS) justru mencatat pertumbuhan ekonomi Papua menjadi salah satu daerah yang berhasil tumbuh positif pada kuartal II 2020.

Padahal, ekonomi di daerah-daerah lain negatif sejalan dengan perekonomian nasional yang minus 5,32 persen pada periode yang sama.

"Pertumbuhan ekonomi di seluruh pulau negatif, kecuali Maluku dan Papua," ujar Kepada BPS Suhariyanto.

Tercatat, ekonomi Maluku dan Papua tumbuh positif sebesar 2,36 persen. Kinerja positif tersebut ditopang pertumbuhan ekonomi Papua dan Papua Barat karena tahun lalu dua wilayah tersebut mengalami kontraksi.

[Gambas:Video CNN]

Ekonomi Papua yang negatif 23,91 persen pada kuartal II 2019 kini berbalik positif 4,52 persen pada kuartal II 2020. Sedangkan Papua Barat terkontraksi 0,49 persen pada kuartal II 2019.

Sementara Pulau Jawa mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 6,69 persen pada kuartal II 2020. Disusul Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar minus 6,29 persen. Sedangkan ekonomi Pulau Sumatera negatif 3,01 persen, Kalimantan minus 4,35 persen, dan Sulawesi minus 2,76 persen.

(uli/sfr)