Budi Karya Pastikan Pelabuhan Patimban Selesai Oktober 2020

Antara, CNN Indonesia | Senin, 24/08/2020 17:31 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Pelabuhan Patimban tahap I selesai pada Oktober 2020 ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Pelabuhan Patimban tahap I selesai pada Oktober 2020 ini. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Pelabuhan Patimban tahap I selesai pada Oktober 2020 ini. Sehingga, soft launching akan digelar pada November 2020.

Selanjutnya, terdapat pembangunan Pelabuhan Kijing sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, di mana Pelabuhan Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan, begitu juga dengan Pelabuhan Gilimas Lombok.

"Kami terus berupaya mendorong pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Terminal Gilimas guna mendukung pariwisata di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat," katanya, dikutip dari Antara, Senin (24/8).


Pernyataan tersebut menjawab instruksi Presiden Republik Indonesia saat pidato Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR/DPR pada 14 Agustus lalu di mana dalam situasi krisis akibat pandemi ini pemerintah harus terus bergerak membuat terobosan untuk menciptakan lompatan kemajuan.

"Begitu juga halnya dengan sektor transportasi khususnya di sub sektor laut. Beberapa pembangunan infrastruktur transportasi laut terus berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Pelabuhan Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dan Pelabuhan Gilimas Lombok," katanya.

Menurut dia, transportasi laut selain memiliki peran yang strategis dalam mendukung pembangunan nasional di segala bidang, juga termasuk untuk mempersatukan Indonesia yang penuh dengan keberagaman, baik keberagaman agama, suku, budaya, ras maupun bahasa.

Selain itu, transportasi laut juga menjadi infrastruktur penting dalam rangka menggerakkan roda perekonomian Indonesia, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

"Ribuan pulau yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dihuni oleh penduduk yang beragam suku, agama, ras maupun bahasa, perlu dijembatani dengan infrastruktur konektivitas yang memadai. Transportasi laut selain menjadi simpul konektivitas antarpulau juga merupakan penghubung serta menjadi urat nadi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di seluruh pelosok Indonesia ," katanya.

Program yang telah dimulai pada 2015 ini, sampai dengan tahun 2020 telah mengoperasikan 26 trayek angkutan barang tol laut, 110 trayek pelayaran perintis dan enam trayek kapal ternak.

"Salah satu program yang berkaitan dengan upaya peningkatan konektivitas antarwilayah di Indonesia untuk kesetaraan perekonomian adalah tol laut. Program Tol Laut telah memberikan kontribusi dan manfaat dalam menekan angka disparitas harga, khususnya di wilayah timur Indonesia serta meningkatkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK