Proyek Tol Trans Sumatra Terancam Molor 2 Tahun karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 17:23 WIB
Kementerian BUMN mengantisipasi keterlambatan penyelesaian proyek Tol Trans Sumatra di tengah tekanan keuangan PT Hutama Karya karena pandemi virus corona. Kementerian BUMN mengantisipasi keterlambatan penyelesaian proyek Tol Trans Sumatra di tengah tekanan keuangan PT Hutama Karya karena pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pembangunan proyek Tol Trans Sumatra berpotensi molor hingga 1 tahun sampai 2 tahun. Pembangunan terganggu akibat pandemi virus corona.

Tiko menjelaskan ada 11 ruas tol Trans Sumatra utama yang akan dibangun oleh pemerintah lewat perusahaan pelat merah, PT Hutama Karya (Persero). Pembangunanya ditargetkan selesai 2024 mendatang.

"Saat ini ada beberapa ruas yang perlu kami selesaikan untuk mendapatkan 11 ruas utama, diharapkan backbone nya bisa tercapai pada 2024 atau mungkin terlambat 1-2 tahun karena kondisi covid-19," ungkap pria yang akrab disapa Tiko dalam diskusi virtual HSBC Economic Forum Orchestrating The Next Move: Transforming Indonesia Into Asia's Next Supply Chain Hub, Rabu (16/9).


Ia bilang pandemi virus corona telah memberikan tekanan keuangan kepada Hutama Karya. Imbasnya, proyek yang dikerjakan oleh perusahaan pun ikut terganggu.

"Tekanan keuangan yang berat pada pengembangnya yaitu Hutama Karya. Namun kami tetap fokus untuk menyelesaikan 11 ruas yang memang sudah jadi komitmen awal," kata Tiko.

Saat ini, Tiko menyatakan sudah ada jalur konektivitas dari Bakauheni sampai Palembang. Ia mengklaim dampaknya cukup positif karena pengangkutan logistik lewat jalur darat ke Palembang naik signifikan.

"Kalau dilihat traffic penyeberangan dari Jawa ke Sumatra dan kemudian menggunakan logistik darat sampai ke Palembang sudah meningkat signifikan sekali," jelas Tiko.

[Gambas:Video CNN]

Secara keseluruhan, ia menuturkan infrastruktur akan tetap menjadi fokus pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi nasional. Dari pembangunan infrastruktur, pemerintah berharap bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

"Sekarang seluruh program nasional di berbagai jenis infrastruktur mulai dari pembangunan tol, bandara, pelabuhan, dan kawasan industri digenjot untuk menciptakan lapangan kerja," pungkas Tiko.

(aud/sfr)