Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru 34,67 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 20:43 WIB
Serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai Rp241,06 triliun per 14 September 2020. Realisasi terbesar pada pos perlindungan sosial. Serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai Rp241,06 triliun per 14 September 2020. Realisasi terbesar pada pos perlindungan sosial. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Realisasi serapan anggaran penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai Rp241,06 triliun per 14 September. Angka itu setara 34,67 persen dari pagu anggaran Rp695,2 triliun.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan penyaluran dana PEN untuk membantu perekonomian pada kuartal III 2020.

"Berdasarkan masukan dari beberapa ahli ekonomi kami akan coba terus tingkatkan angka penyaluran ini sampai akhir September, di mana akhir September ini, akhir dari kuartal III, untuk menjaga atau mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebisa mungkin sesuai arahan presiden agar bisa di kisaran yang sama dengan angka di kuartal III tahun lalu," ucapnya dalam keterangan pers virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (16/9).


Detailnya, realisasi paling besar yakni pada pos perlindungan sosial sebesar Rp120,36 triliun. Jumlah itu setara 59,03 persen dari pagu anggaran Rp203,90 triliun.

Selanjutnya, bantuan kepada sektor UMKM sebesar Rp58,67 triliun. Angka itu setara 47,52 persen dari total pagu anggaran Rp123,47 triliun.

Kemudian, sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp25,95 triliun. Angka itu setara 24,46 persen dari pagu Rp106,06 triliun.

Lalu, sektor kesehatan senilai Rp16,31 triliun, setara 18,36 persen dari pagu anggaran Rp87,55 triliun. Pemerintah juga telah menyalurkan insentif usaha sebesar Rp19,77 triliun. Angka itu setara 16,39 persen dari pagu anggaran Rp120,61 triliun.

Namun, Budi menuturkan pemerintah belum merealisasikan pembiayaan korporasi, dari pagu anggaran Rp53,60 triliun.

"Memang yang masih tunggu adalah pembiayaan koperasi. Ini ada beberapa PMN yang mudah-mudahan akhir September ini bisa cair, gelondongannya cukup besar sehingga nanti ada kenaikan signifikan akhir bulan ini," imbuhnya.

Target Penyaluran Kuartal III Rp100 T

Dalam kesempatan yang sama, Budi menuturkan Satgas PEN menargetkan bisa menyalurkan dana sebesar Rp100 triliun untuk bantuan sektor ekonomi hingga akhir kuartal III 2020 nanti. Saat ini realisasinya mencapai Rp87,58 triliun.

"Kami akan kerja keras agar dari Rp87,58 triliun yang sudah kami salurkan, kami bisa tingkatkan menjadi Rp100 triliun-an di akhir September tahun ini," ucapnya.

Dengan angka penyaluran Rp100 triliun di kuartal III ini, harapannya bisa mengkompensasi kontraksi ekonomi pada kuartal II 2020 lalu sebesar minus 5,32 persen. Berdasarkan perhitungan kasar, kata dia, kontraksi ekonomi sebesar 5,32 persen tersebut setara dengan kehilangan Rp188 triliun.

Angka tersebut didapatkan dari perhitungan kasar total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia US$1 triliun, atau Rp14.500 triliun dibagi empat kuartal, sehingga satu kuartal didapatkan kira-kira Rp3.625 triliun. Selanjutnya, angka kontraksi 5,32 persen dikalikan dengan Rp3.625 triliun sehingga diperoleh angka sekitar Rp188 triliun.

"Saya bukan ahli ekonomi, tapi dikasih tahu sama teman-teman di ekonomi, kalau pemerintah menyalurkan uang Rp100 triliun, dampak ke PDB-nya itu dikalikan angka fiskal multiplier yang besarnya 2,1 kali, dampaknya sekitar Rp220 triliun. Itu sebabnya, tadi kami sadar pertumbuhan negatif 5,32 persen itu angkanya di kisaran Rp188 triliun, itu sebabnya mengapa kami kejar penyaluran Rp100 triliun, sehingga mudah- mudahan bisa memberikan dampak PDB sekitar 2,1 kali Rp100 triliun atau sekitar Rp220 triliun, hitungan kasarnya seperti itu," paparnya.

Ia mengatakan target Rp100 triliun akan didorong pemenuhannya melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dan bantuan kepada UMKM produktif. Ia mengatakan penetrasi dua program batu tersebut cukup baik.

[Gambas:Video CNN]

Untuk BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta realisasinya mencapai Rp7 triliun per 27 Agustus lalu. Angka itu setara 17,4 persen dari pagu anggaran Rp37,87 triliun. Budi mengatakan targetnya ada tambahan penyaluran BLT sebesar Rp8,8 triliun hingga akhir September.

Selanjutnya, untuk bantuan UMKM realisasinya mencapai Rp13 triliun per per 27 Agustus lalu. Angka itu setara 61 persen dari pagu anggaran Rp22 triliun. Budi mengatakan targetnya ada tambahan penyaluran bantuan UMKM produktif sebesar Rp8,6 triliun hingga akhir September.

"Kalau kedua program unggulan ini bisa kami selesaikan akhir September akan ada Rp17,4 triliun tambahan, itu bisa mendorong pencapaian kami menyentuh Rp100 triliun dalam tiga bulan," tuturnya.

(ulf/sfr)