Perang Lawan Corona, Uni Eropa Sumbang Rp3,4 T ke RI

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 09:37 WIB
Uni Eropa menyumbangkan 200 juta Euro atau sekitar Rp3,4 untuk membantu penanganan pandemi virus corona di Indonesia. Uni Eropa menyumbangkan 200 juta Euro atau sekitar Rp3,4 untuk membantu penanganan pandemi virus corona di Indonesia. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Eropa dan negara anggotanya memberikan 200 juta Euro atau setara Rp3,4 triliun (kurs Rp17 ribu) kepada pemerintah Indonesia melalui paket bantuan "Tim Eropa". Bantuan tersebut diberikan demi memerangi pandemi virus corona.

"Kami (Tim Eropa) mengumpulkan total 200 juta euro baik dari anggaran Uni Eropa mau pun dari negara anggota Uni Eropa," kata Duta Besar EU untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket lewat video conferece bertajuk EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 pada Kamis (17/9).

Nantinya, sumbangan dapat digunakan untuk memasok alat pelindung (APD) hingga investasi memperkuat sektor kesehatan.


Bantuan tersebut, lanjut Piket, merupakan wujud dari langkah nyata negara-negara Uni Eropa dalam membantu negara mitra, salah satunya Indonesia, dalam mengatasi tantangan global. Tantangan itu termasuk mengatasi krisis kesehatan, pandemi covid-19.

Dalam diskusi daring tersebut, juga diperingati kerja sama kedua pihak lewat peluncuran virtual EU-Indonesia Coorporation Publication 2020. Untuk diketahui, Indonesia dan Uni Eropa telah menjalin kemitraan selama 40 tahun. 

Publikasi tersebut merangkum upaya kedua pihak dalam pembangunan berkelanjutan hingga mitigasi efek perubahan iklim. Selain itu, publikasi juga menyoroti berbagai pencapaian program-program pembangunan di Indonesia yang didukung Uni Eropa serta para negara-negara anggotanya.

Lebih lanjut, Piket menyebutkan, ke depannya, kerja sama dengan RI akan mencakup metode inovatif untuk mendanai transisi hijau, pembangunan perkotaan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Bersamaan dengan pandemi, ia menyoroti akan pentingnya menangani tantangan global di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan.

Oleh karenanya, proyek kerja sama bilateral bertujuan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membangun pertumbuhan ekonomi hijau atau ekonomi yang berbasis lingkungan.

Di kesempatan sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyambut baik inisiatif Uni Eropa. Ia bilang, hal tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah dalam memastikan pembangunan berkelanjutan di seluruh sektor.

"Pembangunan berkelanjutan adalah salah satu prioritas pembangunan yang implementasinya menjadi target semua sektor. Kami yakin, upaya mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas hanya dapat dicapai jika di waktu yang sama, kita juga melakukan upaya pelestarian lingkungan," ungkap Suharso.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK