Penumpang KRL Anjlok 21 Persen dalam Sepekan PSBB Jilid II

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 18:14 WIB
Jumlah penumpang KRL selama pekan pertama PSBB Jilid II Jakarta tercatat 298.385 orang atau turun 21 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Jumlah penumpang KRL selama pekan pertama PSBB Jilid II Jakarta tercatat 298.385 orang atau turun 21 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) turun 21 persen selama pekan pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dibandingkan pekan terakhir saat PSBB Transisi.

"Di pekan terakhir masa PSBB Transisi tercatat rata-rata pengguna mencapai 369.728 pengguna per hari. Pada pekan pertama penerapan PSBB penuh hanya tercatat 298.385 pengguna per hari atau mengalami penurunan sekitar 21 persen," kata Corporate Communications PT KCI, Anne Purba dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, memasuki pekan kedua PSBB ini, kondisi seluruh stasiun KRL pada Senin (21/9) pagi tetap kondusif. Hingga pukul 07.00 WIB, data tiket elektronik menunjukkan jumlah pengguna turun dibandingkan Senin pekan lalu.


"Hingga pukul 07.00 pagi ini, jumlah pengguna KRL tercatat 61.488, berkurang 2 persen dibandingkan Senin pekan lalu pada kurun waktu sama yang berjumlah 62.497 pengguna," ucap dia.

Sejak Sabtu (19/9) lalu, Anne menjelaskan, KCI telah melakukan rekayasa pola operasi KRL, layanan operasi KRL kini dimulai sejak pukul 04.00 hingga pukul 20.00 WIB, dengan kereta pemberangkatan pertama memasuki wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 05.00 WIB dan kereta-kereta terakhir meninggalkan wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 19.00 WIB.

"Dengan rekayasa operasi ini KCI menjalankan 933 perjalanan KRL per hari dari sebelumnya 975 perjalanan tiap harinya. Namun rekayasa operasi ini tidak mengubah frekuensi perjalanan KRL pada jam sibuk pagi dan sore," ucap dia.

Di sisi lain, ia juga menyatakan, sejak hari ini, pihaknya sudah mewajibkan seluruh pengguna KRL untuk memakai masker yang terbukti efektif mencegah droplet atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung.

Contohnya, kata dia, adalah masker kain yang terdiri dari tiga lapisan atau masker kesehatan yang digunakan sekali pakai.

"Hingga saat ini ketentuan tersebut dapat diikuti dengan baik oleh para pengguna KRL," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB di Ibu Kota mulai Senin (14/9). Langkah itu disebut sebagai rem darurat penanggulangan pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaan PSBB itu, Anies kembali membatasi sektor-sektor usaha yang diizinkan beroperasi.  Ia hanya mengizinkan 11 sektor beroperasi dengan pembatasan.

Anies juga melarang tempat hiburan untuk dibuka, cafe dan restoran tidak diizinkan untuk makan di tempat serta pembatasan pada rumah ibadah. Pembatasan lainnya juga terjadi pada lalu lintas dan pergerakan transportasi umum.

[Gambas:Video CNN]



(yoa/sfr)