Ide Bisnis Tanpa Modal saat RI Terjerat Resesi

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 20:20 WIB
Dalam kondisi resesi ekonomi, masyarakat dituntut untuk kreatif dalam mencari sumber penghasilan. Salah satunya dengan wirausaha. Dalam kondisi resesi ekonomi, masyarakat dituntut untuk kreatif dalam mencari sumber penghasilan. Salah satunya dengan wirausaha. Ilustrasi. (Roman Drits/Barn Images).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia kemungkinan besar masuk ke jurang resesi ekonomi pada kuartal III 2020. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi diprediksi kembali minus di tengah pandemi covid-19.

Dalam kondisi resesi ekonomi, masyarakat dituntut untuk kreatif dalam mencari sumber penghasilan. Pasalnya, tidak ada satupun yang bisa memprediksi kapan pandemi berakhir.

Salah satu cara untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah di tengah tekanan ekonomi adalah melalui wirausaha. Bahkan, sejumlah usaha bisa dimulai dengan modal sedikit (low budget) bahkan tanpa modal (zero budget).


Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengungkapkan jenis usaha yang bisa dipilih oleh masyarakat yang minim modal adalah berjualan menggunakan skema reseller maupun dropshipper.

Reseller adalah orang yang menjual kembali produk dari pihak supplier kepada konsumen. Namun, reseller harus menyiapkan stok barang terlebih dulu.

Sedangkan dropshipper adalah orang yang menjual suatu produk dari supplier kepada konsumen tanpa harus menyiapkan stok barang terlebih dahulu. Dropshipper hanya menjual kepada konsumen dengan memperlihatkan gambar produk.

"Kalau mau menekan modal awal, ada tidak produsen yang memberikan fasilitas atau untuk penjualan reseller. Apalagi kalau boleh sistem dropshipper, itu sangat menekan modal, hanya modal kuota internet untuk pasarkan barang tersebut," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/9).

Namun, sistem tersebut memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan proses penjual untuk menanyakan ketersediaan stok barang kepada supplier. Akibatnya, penjual tidak bisa merespons dengan cepat ketersediaan produk yang diminta oleh pembeli.

"Jadi butuh waktu untuk konfirmasi ke produsen, dan konfirmasi balik ke calon klien. Beruntung kalau jawabnya cepat, kalau lama ada delay, itu akan menurunkan kepuasan klien atau mempengaruhi keputusan beli tidaknya kalau terlalu lama," ujarnya.

Untuk produknya sendiri, Andy menyarankan menjual produk yang digandrungi masyarakat dalam kondisi seperti ini. Misalnya, produk makanan beku (frozen food), masker muka, maupun perlengkapan hobi bertanam. Pasalnya, produk-produk tersebut paling dicari masyarakat saat ini ketika bekerja dari rumah (WFH).

"Apalagi dengan budget yang terbatas kemudian daya beli masyarakat sekarang ini terbatas juga, maka kami persempit untuk usaha lebih pada yang laris di pasar dulu," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan peluang bisnis paling menjanjikan di tengah resesi ekonomi adalah bisnis makanan. Pasalnya, makanan adalah kebutuhan pokok semua orang, meskipun di tengah resesi ekonomi.

"Kalau bicara bisnis yang tidak akan kena pengaruh krisis yaitu makanan, karena orang butuh makan," ucapnya.

Untuk menekan modal, dia menyarankan menggunakan sistem preorder (PO), yaitu penjual hanya menyediakan sejumlah pesanan dari konsumen. Selain itu, pembayaran pun diterima penjual di awal sehingga bisa menjadi modal untuk membelanjakan bahan makanan.

Selain itu, penjual juga bisa memanfaatkan perkembangan teknologi melalui sosial media hingga layanan antar online. Jadi, penjual tidak harus mengeluarkan modal untuk membuka toko atau warung karena bisa memasak di rumah.

[Gambas:Video CNN]

"Jadi tidak harus punya dana besar, kalau bisa masak sambil masak buat keluarga sendiri, lalu sebagian dijual. Tidak harus punya tempat juga karena sekarang sudah ada sosial media dan aplikasi antar online," ucapnya.

Namun, Eko mengingatkan jualan makanan juga memiliki risiko yakni cepat busuk. Oleh sebab itu, ia menyarankan antisipasinya adalah sistem PO, sehingga penjualan hanya membuat sejumlah pesanan konsumen.

Selain makanan, menurutnya bisnis yang cukup menguntungkan di tengah pandemi adalah berjualan paket data dan perlengkapan hobi seperti cocok tanam dan sepeda. Namun, keduanya membutuhkan modal besar ketimbang bisnis makanan rumahan.

(ulf/sfr)