BPH Migas Kunjungi Watimpres untuk Proyek Gas Bumi Cisem

BPH Migas, CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 16:40 WIB
BPH Migas bersama anggota DPR Komisi VII mengunjungi Watimpres Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya di Pekalongan terkait proyek gas bumi Cisem. (Dok. BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam didampingi Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengunjungi kediaman Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (25/09).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan audiensi percepatan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang (Cisem).

Kepala BPH Migas yang juga didampingi oleh Direktur Gas Bumi BPH Migas Sentot Harijady dan Direktur Pembangunan PT Rekayasa Industri Achmad Muchtasyar menyampaikan, sejak ground breaking pada Februari 2020 di Batang, Jawa Tengah, belum ada pembangunan fisik dikarenakan belum adanya kepastian demand di Jawa Tengah.


Menanggapi hal tersebut, Habib Luthfi Bin Yahya yang juga anggota Wantimpres menyatakan harus diciptakan demand gas bumi yg dilalui pipa gas Cisem agar segera terealisasi dan investasi pipa gas yang akan dibangun sesuai dengan keekonomiannya.

"Tidak ada kata tidak dan saya sangat mendukung penuh untuk segera terbangunnya pipa transmisi gas ini," ujar Habib Luthfi, dikutip dari keterangan pers.

Terkait demand, Ridwan mengusulkan pembangunan industri berbasis gas di sepanjang wilayah yang dilalui pipa gas Cisem, salah satunya dengan usulan potensi pembangunan pabrik pupuk di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang dapat menyerap gas bumi sebesar 100 MMSCFD.

Usulan pembangunan pabrik pupuk sebagai upaya penciptaan permintaan gas yang maksimal dan juga menciptakan ketahanan pangan di Jawa Tengah sangat didukung oleh BPH Migas dan Habib Luthfi dengan mengusulkan nama pabrik pupuk "Dipenogoro".

Proyek ini merupakan proyek strategis nasional sesuai dengan Perpres 79 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobongan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Sejak penetapan PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai pemenang lelang pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang tahun 2006 dan ground breaking pada bulan
Februari 2020, sudah 14 tahun pembangunan ruas pipa tersebut belum ada kemajuan yang berarti dikarenakan kendala jaminan pasokan gas dan kepastian demand.

Jika terlaksana, pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan-kawan industri baru di sepanjang jalur pipa CISEM. Para pelaku industri juga diharapkan dapat beralih dari penggunaan bahan bakar khususnya HSD dengan memanfaatkan gas bumi dalam pengoperasiannya, sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan Gas Bumi domestik.

(stu)

[Gambas:Video CNN]