Lonjakan Kasus Corona Tekan Harga Minyak Dunia

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 06:31 WIB
Harga minyak dunia tertekan di tengah lonjakan kasus covid-19 dan melimpahnya pasokan pada akhir pekan lalu. Harga minyak dunia tertekan di tengah lonjakan kasus covid-19 dan melimpahnya pasokan pada akhir pekan lalu. Ilustrasi. (iStock/ozgurdonmaz).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia terkoreksi pada perdagangan Jumat (25/9), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan terjadi lantaran kasus penularan covid-19 terus melonjak di global dan pasokan minyak akan meningkat beberapa waktu ke depan.

Dilansir dari Antara, Senin (28/9), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun 2 sen menjadi US$41,92 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 6 sen menjadi US$40,25 per barel di New York Mercantile Exchange.


Bila dihitung sepanjang pekan, minyak mentah WTI merosot 2,6 persen berdasarkan kontrak bulan depan. Lalu, minyak mentah berjangka Brent melemah hampir 2,9 persen.

"Ada gelombang ketakutan kedua yang menjangkit pasar minyak pada saat ini dan itu menahan (penguatan minyak)", kata Analis Senior di Price Futures Group di Chicago Phil Flynn.

Konsumsi bahan bakar di Amerika Serikat (AS) sejauh ini masih lesu. Pandemi virus corona telah membatasi perjalanan di Negeri Paman Sam dan menghambat pemulihan ekonomi.

Di India, produksi penyulingan minyak mentah pada 26 Agustus 2020 melemah 26 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Permintaan minyak turun karena pandemi virus corona menghambat aktivitas industri dan transportasi.

Sementara, pasokan minyak global justru semakin meningkat. perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan jumlah rig minyak dan gas AS naik 6 rig menjadi 261 rig dalam seminggu hingga 25 September 2020.

Sementara, Libya baru-baru ini meningkatkan jumlah produksi produksinya. Kemudian, Shell RDSa.L telah memesan kapal tanker minyak mentah pertama yang dimuat di terminal Zueitina Libya sejak Januari 2020 lalu.

Sebagai informasi, penularan virus corona di Midwest terus meningkat. Sementara New York City sedang mempertimbangkan penutupan terbaru (lockdown) setelah lebih dari 200 ribu orang meninggal karena virus covid-19.

Di negara lain, peningkatan penularan virus corona terus mencapai rekor baru setiap harinya. Oleh karena itu, beberapa negara kembali menerapkan pembatasan aktivitas di publik.

[Gambas:Video CNN]



 

(aud/sfr)