Debat Pilpres AS Beri Angin Bagi Rupiah Menguat ke Rp14.895

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 16:20 WIB
Rupiah menguat tipis 5 poin ke posisi Rp14.895 per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/9) sore karena sentimen dolar AS menanti debat capres AS. Rupiah menguat tipis 5 poin ke posisi Rp14.895 per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/9) sore karena sentimen dolar AS menanti debat capres AS. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.895 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (29/9) sore. Mata uang garuda menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan Rp14.900 pada kemarin sore. 

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.920 per dolar AS atau menguat dari Rp14.959 per dolar AS pada Senin (28/9). 

Rupiah menguat bersama ringgit Malaysia 0,37 persen, won Korea Selatan 0,33 persen, dolar Singapura 0,19 persen, dan baht Thailand 0,08 persen. Sedangkan, dolar Hong Kong stagnan. 


Sisanya, melemah dari dolar AS. Yen Jepang melemah 0,15 persen, yuan China minus 0,11 persen, rupee India minus 0,09 persen, dan peso Filipina minus 0,01 persen. 

Mayoritas mata uang utama negara maju menguat dari dolar AS. Hanya rubel Rusia yang melemah 0,97 persen. 

Dolar Australia 0,49 persen, poundsterling Inggris 0,32 persen, franc Swiss 0,19 persen, euro Eropa 0,14 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah terjadi memanfaatkan sentimen pelemahan dolar AS.

Pelemahan dolar AS terjadi karena pasar cenderung menunggu hasil debat pemilihan presiden AS nanti malam antara Presiden AS Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat. 

"Semua mata akan beralih pada Selasa malam ke debat pemilihan presiden AS pertama," kata Ibrahim. 

Selain itu, pelemahan dolar AS juga didukung sentimen pembahasan rencana stimulus ekonomi senilai US$2,2 triliun dari Partai Demokrat. Di sisi lain, pasar turut menanti beberapa data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini. 

Dari dalam negeri, sentimen muncul dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua yang telah diperpanjang.

Pelaku pasar di dalam negeri juga mempertimbangkan pandangan Bank Dunia yang menyatakan sepertiga rumah tangga di Indonesia akan makan lebih sedikit karena kekurangan dana. 

"Dalam perdagangan besok pagi rupiah kemungkinan akan fluktuatif, namun berpotensi ditutup menguat terbatas di level Rp14.870 sampai Rp14.950 per dolar AS," pungkasnya. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK