Alasan Tabungan Masyarakat di Atas Rp5 M Meroket di Era Covid

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 08:58 WIB
Tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar meroket hingga dua kali lipat jumlahnya pada Agustus 2020 menjadi Rp373 triliun. Tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar meroket hingga dua kali lipat jumlahnya pada Agustus 2020 menjadi Rp373 triliun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Tabungan masyarakat di bank mengalami lonjakan selama pandemi covid-19. Pada periode Agustus 2020, misalnya, tabungan di atas Rp5 miliar meningkat mencapai Rp373 triliun.

Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp115 triliun.

Jumlah itu juga lebih tinggi dibandingkan kenaikan sepanjang 2018 dan 2019 yang tercatat masing-masing Rp130 triliun dan Rp162 triliun.


Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menjelaskan tingginya nilai tabungan itu disebabkan masih takutnya masyarakat melakukan masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas masih cenderung menahan konsumsinya. 

Permasalahan ini disebabkan rendahnya kepercayaan masyarakat selaku nasabah pada kondisi perekonomian yang saat ini masih diliputi ketidakpastian.

"Itu mengindikasikan orang prefer to save (memilih untuk menabung), karena masih uncertainty (ketidakpastian)," ujarnya dalam bincang APBN 2021, Selasa (14/0).

Seperti diketahui, komponen konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51 persen pada kuartal II 2020. Angka ini terpaut jauh dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih tumbuh positif 5,18 persen.

Dampaknya, pertumbuhan ekonomi juga minus hingga 5,32 persen lantaran kontribusi konsumsi rumah tangga kepada PDB mencapai 57,85 persen.

Andry mengatakan ketidakpercayaan masyarakat yang membuat konsumsi tertahan juga disebabkan covid-19 yang terus meningkat.

Menurutnya, masyarakat kelas menengah ke atas ini cenderung memilih untuk berdiam diri di rumah ketika kasus covid-19 meningkat. Dampaknya, aktivitas ekonomi dari golongan ini pun berkurang.

"Mereka punya uang dan punya kemampuan untuk belanja, tapi ketika kasus covid-19 banyak, mereka ada di rumah dan mereka punya kemampuan untuk bertahan di rumah, sehingga berbagai indikator menjadi landai," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK