Rupiah Tekuk Dolar AS ke Rp14.685 Bersama Mata Uang Asia

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 09:11 WIB
Rupiah menguat 0,22 persen ke posisi Rp14.685 per dolar AS pada Kamis (15/10) pagi. Namun, rupiah terancam tertekan respons AS terkait stimulus. Rupiah menguat 0,22 persen ke posisi Rp14.685 per dolar AS pada Kamis (15/10) pagi. Namun, rupiah terancam tertekan respons AS terkait stimulus. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.685 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (15/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,22 persen jika dibandingkan perdagangan Rabu (14/10) sore di level Rp14.717 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,07 persen, peso Filipina menguat 0,11 persen, rupee India menguat 0,06 persen, ringgit Malaysia menguat 0,02 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,16 persen.

Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, yuan China melemah 0,07 persen, dan bath Thailand melemah 0,1 persen.


Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi. Dolar Australia melemah 0,34 persen, dolar Kanada melemah 0,04 persen, franc Swiss menguat 0,03 persen, dan Poundsterling Inggris yang menguat 0,04 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi rupiah tertekan terhadap dolar AS hari ini. Pasar merespons negatif pernyataan Kementerian Keuangan AS terkait paket stimulus AS.

"Isu stlimulus AS mungkin akan memberikan tekanan untuk rupiah setelah Kementerian Keuangan AS memberikan penegasan bahwa kesepakatan stimulus bakal terjadi setelah pemilu karena banyak perbedaan yang belum disepakati," papar Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, tekanan rupiah juga datang dari dalam negeri. Pasar mewaspadai demo buruh yang akan berlangsung selama sepekan ke depan.

"Rupiah mungkin akan bergerak dengan kisaran Rp14.700-Rp14.750 per dolar AS," pungkas Ariston.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)